Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Bahlil Tanggapi Keluhan Kadin China ke Prabowo

KAMIS, 14 MEI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons surat protes Kamar Dagang China (Kadin China) di Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto yang menjadi sorotan baru-baru ini. 

Kepada awak media, Bahlil mengaku telah menjalin komunikasi serta memberikan penjelasan secara komprehensif kepada pihak Kadin China maupun Duta Besar China di Jakarta.

“Beberapa sudah komunikasi sama saya, dubesnya sudah ngobrol sama saya. Saya sudah memberikan penjelasan dengan baik,” ujar Bahlil Lahadalia di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, seperti dikutip Kamis, 14 Mei 2026.


Meski begitu, Bahlil mengaku belum menerima ataupun membaca langsung surat resmi yang dikirim Kadin China kepada Presiden Prabowo. 

“Belum dapat suratnya,” kata dia singkat.

Surat Kadin China yang disampaikan kepada Presiden RI sendiri memuat sederet persoalan strategis, mulai dari kenaikan royalti mineral dan pajak, kewajiban Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), pemangkasan kuota RKAB nikel, hingga pengawasan hukum dan kehutanan yang dinilai berlebihan terhadap sejumlah proyek perusahaan China.

Tak hanya itu, pengetatan visa kerja, ancaman pencabutan insentif kendaraan listrik, revisi Harga Patokan Mineral (HPM), serta berbagai perubahan kebijakan mendadak juga disebut telah meningkatkan biaya produksi secara tajam dan memicu kekhawatiran serius terhadap keberlanjutan investasi mereka di sektor hilirisasi nasional.

Sebagai investor terbesar di industri nikel Indonesia, Kadin China memperingatkan bahwa tekanan regulasi tersebut dapat berdampak luas terhadap proyek berjalan, ekspor, stabilitas rantai industri, hingga lapangan kerja ratusan ribu orang.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya