Berita

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

MenPU Akui Lahan Jadi Kendala Utama Flyover Perlintasan Sebidang

KAMIS, 14 MEI 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui persoalan pembebasan lahan masih menjadi kendala utama dalam pembangunan flyover di perlintasan sebidang kereta api.

Menurut Dody, mayoritas titik perlintasan berada di kawasan strategis dengan nilai tanah tinggi, sehingga proses penyediaan lahan kerap menjadi hambatan sebelum proyek bisa dijalankan.

“Lahan itu kewajibannya pemda. Karena perlintasan sebidang itu rata-rata daerah yang prime, lahannya mahal banget,” kata Dody di Jakarta, dikutip Kamis, 14 Mei 2026.


Ia mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan penanganan untuk ratusan titik perlintasan sebidang. Namun pengerjaan tidak bisa langsung dilakukan apabila lahan dari pemerintah daerah belum siap.

“Begitu kesiapan lahan ada, kita baru bikin desain, kemudian baru maju minta anggaran,” ujarnya.

Dody menyebut hingga kini masih ada sekitar 130 titik perlintasan sebidang yang belum tertangani dan akan dikerjakan bertahap sesuai kesiapan lahan serta anggaran.

Untuk penanganannya, pemerintah disebut lebih banyak mempertimbangkan pembangunan flyover karena dinilai lebih mudah dibanding underpass.

“Mostly paling gampang flyover. Kalau underpass agak susah,” katanya.

Meski anggaran Rp4 triliun disebut sudah tersedia, Dody menegaskan dana tersebut belum bisa langsung digunakan sebelum proses pembebasan lahan dan desain proyek selesai.

Menurutnya, kesiapan lahan tetap menjadi faktor paling menentukan dalam percepatan pembangunan flyover di perlintasan sebidang.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya