Josepha Alexandra. (Foto: tangkapan layar)
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan pelaksanaan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat tahun 2026 akan diulang menyusul polemik yang berkembang di masyarakat.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul sorotan publik terkait penilaian dewan juri dalam babak final yang mempertemukan peserta dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, menilai polemik itu menjadi tamparan besar bagi dunia pendidikan dan penyelenggara lomba.
“Josepha Alexandra adalah tamparan besar. Jika tak juga hadir sebuah tindakan perbaikan —bukan pengulangan lomba versi MPR— maka itu sebuah jawaban bahwa kita memang tak mau berubah,” ujar Akbar Faizal melalui akun media sosialnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia juga menyampaikan dukungan kepada Josepha Alexandra yang dinilai telah menunjukkan sikap kritis dan keberanian menyuarakan keadilan.
“Maka, Josepha, pimpin anak-anak seusiamu menyiapkan Indonesia versi kalian. Bertebaran di negerimu anak hebat seperti kamu yang selalu gagal ditemukan oleh mereka yang seharusnya membimbingmu dengan elegan. Maafkan kami!” lanjutnya.
Perdebatan bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak atau regu C2 menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jawaban tersebut dinilai kurang tepat oleh dewan juri, Dyastasita, yang diketahui menjabat Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI.
Namun situasi berubah ketika peserta dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban dengan substansi serupa dan justru dinyatakan benar oleh dewan juri.
Keputusan itu memicu keberatan dari regu C2. Salah satu peserta, Josepha Alexandra, secara sopan meminta dewan juri mempertimbangkan ulang penilaian dengan melihat respons dan pendapat penonton di arena lomba.
Di tengah polemik tersebut, SMAN 1 Sambas tetap keluar sebagai juara dan resmi menjadi wakil Provinsi Kalimantan Barat pada LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang.
SMAN 1 Sambas unggul atas SMAN 1 Pontianak yang menempati posisi kedua dan SMAN 1 Sanggau di peringkat ketiga. Kompetisi tingkat provinsi ini diikuti sembilan sekolah hasil seleksi dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.