Berita

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah (Foto: YouTube Kemlu RI)

Global

Kemlu Lapor Tujuh WNI Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia

KAMIS, 14 MEI 2026 | 10:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri (Kemu) RI melaporkan tewasnya tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kecelakaan kapal pengangkut migran ilegal di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan pihaknya terus mengawal penuh proses penanganan korban bersama otoritas Malaysia.

Dari total 37 WNI yang berada di kapal nahas tersebut, sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan, terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan dengan rentang usia 21 hingga 48 tahun. 


Sebagian besar korban selamat diketahui tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah dan saat ini telah diamankan di Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak untuk penanganan lanjutan.

"(Sebanyak) 23 orang berhasil diselamatkan. Mereka terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan. Sebagian besar tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah," ungkap Heni dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Kamis, 14 Mei 2026. 

Sementara itu, dari 14 penumpang yang sebelumnya dinyatakan hilang, tujuh orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 

“Tujuh orang telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat,” lanjut Heni. 
Hingga kini, tujuh korban lainnya masih terus dicari melalui operasi SAR dan Polis Maritim Malaysia.

Untuk mempercepat proses identifikasi, Kemlu RI akan mengirim tim khusus guna menelusuri keluarga korban yang diduga berasal dari wilayah Sumatera Utara. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan identitas korban selamat maupun meninggal, sekaligus menyiapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam proses kekonsuleran dan pemulangan.

"KBRI Kuala Lumpur berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia untuk penanganan para WNI korban kecelakaan tersebut dan akan memberikan fasilitasi kekonsuleran serta dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan," kata Heni.

Kemlu RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi ini seraya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menempuh jalur ilegal atau nonprosedural untuk bekerja di luar negeri.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya