Berita

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu (Foto: RMOL)

Bisnis

Kementerian Investasi Sambut Masukan Kadin China sebagai Bahan Evaluasi Kebijakan

KAMIS, 14 MEI 2026 | 09:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan respons positif terhadap surat yang dilayangkan oleh China Chamber of Commerce in Indonesia atau Kadin China. 

Surat tersebut dinilai sebagai masukan konstruktif yang sangat berharga bagi pemerintah dalam memetakan berbagai tantangan investasi di lapangan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh para investor asal Negeri Tirai Bambu tersebut merupakan dinamika yang lumrah dalam ekosistem bisnis global. 


Catatan-catatan yang disampaikan justru menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi demi menciptakan iklim usaha yang lebih baik.

"Kita anggap itu adalah sesuatu hal yang positif yang memberikan masukan kepada pemerintah. Bahkan mereka melihat kondisionalnya ada catatan yang menjadi tantangan di negara ini," ungkap Todotua di kantor BKPM, Jakarta, Rabu 13 Mei 2026. 

Meskipun surat tersebut berisi sejumlah kekhawatiran terkait hambatan investasi di Indonesia, Todotua kembali menekankan bahwa keterbukaan investor dalam menyampaikan kendala adalah hal yang wajar. 

Masukan tersebut justru membantu pemerintah untuk lebih memahami kondisi rill yang dihadapi para pelaku usaha di tanah air.

“Itu hal yang wajar-wajar aja. Bahkan mereka melihat kondisionalnya ada catatan yang menjadi tantangan di negara ini dan memberikan masukan kepada pemerintah,” tambah Todotua.

Lebih lanjut, BKPM berkomitmen untuk terus mengasah daya saing Indonesia agar tetap menjadi primadona investasi dunia. Dengan modal kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta posisi geografis yang strategis, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjadi pusat pertumbuhan investasi yang stabil.

"Negara ini dengan berbagai macam potensi sumber daya alam, kemudian demand market salah satu yang terbesar dengan populasi yang besar, kemudian juga wilayah yang strategis. Kita mengharapkan memang Indonesia ini menjadi destinasi terhadap pertumbuhan investasi,” jelasnya.

Sejalan dengan visi Astacita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga terus memacu program hilirisasi. 

Fokus utamanya adalah memastikan pengolahan berbagai komoditas unggulan seperti batu bara, minyak dan gas, hingga sektor agrikultur dilakukan sepenuhnya di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Harapannya adalah berbagai komoditi yang ada di negara kita itu baik komoditi batubara, oil and gas, agrikultur, industri itu pengolahannya bisa ada di sini, sehingga asas manfaatnya bisa ada dan juga bisa menciptakan lapangan kerja, menaikkan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya