Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

KAMIS, 14 MEI 2026 | 03:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Rencana kerja sama nuklir komprehensif antara Pemerintah Indonesia dengan Rusia, via BUMN Rosatom merupakan langkah strategis dalam kerangka kepentingan nasional jangka panjang. 

Terkait itu, Ketua MPP PKS Mulyanto menilai Pemerintah sebaiknya membentuk kembali Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai lembaga khusus yang menangani pengembangan energi dan teknologi nuklir nasional secara terintegrasi. 

Menurutnya, pembubaran BATAN beberapa waktu lalu membuat koordinasi dan fokus pengembangan nuklir nasional menjadi kurang optimal.


“Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan Rosatom menunjukkan bahwa isu energi nuklir mulai masuk dalam agenda strategis nasional Indonesia,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Lanjut dia, kerja sama tersebut dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global dan ketidakpastian pasokan energi dunia.  

“Karena kebutuhan energi Indonesia ke depan akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri, hilirisasi, dan transformasi ekonomi nasional,” ungkapnya.

Namun demikian, Mulyanto mengingatkan bahwa program nuklir bukan sekadar proyek pembangkit listrik biasa. 

Ia menyebut energi nuklir merupakan sektor strategis yang menyangkut aspek keselamatan, penguasaan teknologi tinggi, keamanan nasional, diplomasi internasional, hingga keberlanjutan antargenerasi. Karena itu tata kelola kelembagaannya harus kuat, fokus, dan memiliki otoritas yang jelas.

“Program nuklir membutuhkan institusi khusus yang kuat, profesional, dan berkelanjutan. Jangan sampai agenda strategis sebesar ini justru terfragmentasi dalam birokrasi yang terlalu luas,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selama puluhan tahun BATAN telah menjadi tulang punggung pengembangan teknologi nuklir Indonesia, mulai dari riset reaktor, pengembangan SDM, teknologi radioisotop, keselamatan nuklir, hingga diplomasi kerja sama internasional. Karena itu pengalaman kelembagaan dan memori institusional tersebut sangat penting untuk dihidupkan kembali.

Masih kata Mulyanto, bila Indonesia serius memasuki era pembangkit listrik tenaga nuklir, maka Pemerintah tidak cukup hanya membangun reaktor, tetapi juga harus membangun ekosistem nasionalnya secara utuh, meliputi regulasi, industri pendukung, pendidikan, riset, budaya keselamatan, serta penguasaan teknologi nasional.

Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 ini juga menegaskan bahwa kerja sama internasional di bidang nuklir harus tetap mengedepankan prinsip transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM nasional, dan penguatan industri dalam negeri. Indonesia jangan hanya menjadi pasar teknologi asing tanpa memiliki kemampuan strategis nasional yang mandiri.

“Energi nuklir adalah proyek peradaban jangka panjang. Karena itu negara harus hadir secara penuh melalui kelembagaan yang kuat, profesional, dan visioner. Pembentukan kembali BATAN menjadi langkah penting agar arah pembangunan nuklir nasional tetap terkawal untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat dan kedaulatan energi Indonesia,” pungkas Mulyanto.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya