Berita

Pengamat politik Nurul Fatta. (Foto: Dok Pribadi)

Politik

PSI Kehilangan Arah sejak Dipenuhi Politisi Kutu Loncat

RABU, 13 MEI 2026 | 17:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Nurul Fatta menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai kehilangan arah sejak banyak politisi oportunis atau “kutu loncat” masuk dan menduduki posisi strategis di internal partai.

Menurutnya, persoalan utama PSI saat ini bukan sekadar soal platform atau agenda politik, melainkan melemahnya solidaritas internal yang dulu menjadi kekuatan utama partai tersebut.

“Saya punya hubungan baik dengan teman-teman PSI, bahkan dengan beberapa elit PSI. Karena itu, saya sudah cukup lama mengatakan bahwa PSI mulai kehilangan arah sejak banyak politisi kutu loncat masuk dan bahkan mendapatkan posisi strategis di partai,” kata Fatta kepada RMOL, Rabu, 13 Mei 2026.


Ia menilai PSI yang dahulu dikenal dengan semangat kolektif dan loyalitas antarkader yang kuat kini justru terlihat semakin tidak solid.

“Menurut saya, sebelum membahas platform atau agenda besar, PSI perlu lebih dulu memperbaiki solidaritas internalnya. PSI yang dulu dikenal memiliki semangat kolektif dan loyalitas antarkader yang kuat, hari ini justru terlihat semakin berantakan,” ujarnya.

Nurul Fatta juga menyinggung posisi Grace Natalie yang disebutnya sebagai peletak pondasi awal PSI, namun kini dinilai seolah tidak mendapatkan pembelaan yang layak ketika menghadapi persoalan politik.

“Bayangkan saja, figur seperti Grace Natalie yang menjadi peletak pondasi awal PSI seolah tidak mendapatkan pembelaan yang layak ketika menghadapi persoalan politiknya. Nama dan perannya seperti mulai disingkirkan,” katanya.

Menurut dia, masuknya banyak politisi oportunis telah membawa budaya politik toksik yang perlahan mengubah karakter internal partai. Akibatnya, kader lama yang sebelumnya berada di garis depan perjuangan mulai tersingkir.

“Orang-orang lama saya yakin yang awalnya ada di garda terdepan, bakal makin mundur di shaf paling belakang. Loyalitas menjadi lemah, solidaritas menurun, dan politik transaksional pastinya ke depan bakal lebih dominan dibanding perjuangan kolektif,” jelasnya.

Karena itu, Nurul Fatta meminta Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan identitas partai.

“PSI tidak hanya membutuhkan modal finansial atau figur populer. PSI juga membutuhkan modal sosial, mulai kepercayaan kader, loyalitas internal, dan rasa kebersamaan di dalam partai,” tegasnya.

Ia pun menilai PSI akan sulit mempertahankan militansi dan identitas politiknya apabila terus dikuasai kepentingan pragmatis.

“PSI itu sudah gagal sejak banyak politisi oportunis masuk ke partai ini,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya