Berita

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Kecewa Menhub Absen Saat Dipanggil Bahas Kecelakaan Kereta

RABU, 13 MEI 2026 | 14:26 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Komisi V DPR RI melayangkan kritik keras kepada Kementerian Perhubungan setelah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tidak hadir dalam rapat kerja yang dijadwalkan membahas rentetan kecelakaan transportasi, khususnya insiden perkeretaapian.

Rapat yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026 itu sedianya membahas evaluasi keselamatan transportasi nasional bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Kepala BNPP/Basarnas.

Namun agenda akhirnya dijadwalkan ulang karena Menhub tidak hadir dalam rapat.


Ketidakhadiran Dudy memicu kekecewaan sejumlah anggota dewan, terlebih dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah kecelakaan transportasi yang menjadi sorotan publik, mulai dari kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur hingga insiden di Kediri.

Pihak Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa Menhub tidak hadir karena masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Selain itu, Dudy disebut sedang sakit.

Alasan tersebut justru menuai kritik dari anggota DPR yang menilai persoalan keselamatan transportasi seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Syaifuddin, menilai ketidakhadiran Menhub menunjukkan kurangnya keseriusan dalam menyikapi kecelakaan transportasi yang menyangkut keselamatan masyarakat.

“Alasan sakit menurut saya adalah ketidaksatriaan Kemenhub terhadap kewajibannya, tanggung jawabnya dalam menyikapi kecelakaan-kecelakaan lalu lintas yang terjadi baru-baru ini di rel kereta api. Ini masalah menyangkut nyawa, menyangkut negara,” kata Syaifuddin dalam rapat.

Selain kecelakaan kereta di Bekasi Timur dan Kediri, DPR juga menyoroti insiden kecelakaan bus ALS yang turut memunculkan kekhawatiran terhadap sistem keselamatan transportasi nasional.

Para anggota dewan menilai rapat tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk menjelaskan langkah evaluasi serta perbaikan sistem keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya