Berita

Persiapan pemberangkatan jamaah haji di di area Masjid Ash-Shiddiq kompleks Pemkab Bandung Barat. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

Kuota Haji Bandung Barat cuma 89 Orang, Ini Alasannya

RABU, 13 MEI 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anjloknya kuota haji Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada musim haji 2026 akhirnya terungkap. Jika tahun lalu jumlah jemaah mencapai lebih dari 1.200 orang, tahun ini yang diberangkatkan tak sampai 100 jemaah.

Perubahan kebijakan penentuan kuota nasional menjadi penyebab utama merosotnya jumlah keberangkatan calon jemaah haji asal Bandung Barat. 

Dari sebelumnya berbasis jumlah penduduk muslim, kini pemerintah pusat menggunakan sistem proporsi daftar tunggu atau waiting list sebagai dasar pembagian kuota.


Kepala Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Enjah Sugiarto mengatakan, tahun ini hanya 89 jemaah asal Bandung Barat yang diberangkatkan ke Tanah Suci dalam Kloter 29 KJT.

"Yang berangkat dari Bandung Barat tahun ini 89 orang. Ditambah dua petugas haji daerah dari Dinkes KBB dan satu pembimbing KBIHU," kata Enjah saat ditemui  di area Masjid Ash-Shiddiq kompleks Pemkab Bandung Barat, Rabu 13 Mei 2026.

Jumlah itu turun tajam dibanding musim haji sebelumnya yang mencapai 1.228 jemaah.

"Tahun kemarin jemaah kita 1.228. Artinya gejolaknya memang sangat besar," kata Enjah, dikutip dari RMOLJabar.

Menurut Enjah, perubahan sistem kuota dilakukan pemerintah pusat demi mengejar asas pemerataan nasional. Selama ini, daerah dengan jumlah penduduk muslim besar seperti Bandung Barat otomatis mendapat kuota tinggi setiap tahun.

"Nah, selama ini sampai 2025 ke belakang, kuota itu berdasarkan jumlah penduduk muslim. Makanya Bandung Barat minimal dapat sekitar 1.066 kuota," kata Endah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya