Berita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Adang Daradjatun. (Foto: F-PKS)

Politik

Judi Online dan Narkotika Sama-sama Ancam Generasi Muda

RABU, 13 MEI 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Fenomena judi online di Indonesia kian mengkhawatirkan setelah anak-anak ikut terjerat praktik ilegal tersebut. 

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat sekitar 2 persen pemain judi online merupakan anak berusia sekitar 10 tahun atau diperkirakan mencapai lebih dari 80 ribu orang.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Adang Daradjatun, menyoroti serius ancaman judi online yang kini mulai menyasar anak-anak. Ia prihatin dengan temuan Pusat PPATK.


“Ini sungguh menyedihkan,” ujar Adang lewat keterangan resminya, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia juga menyebut kelompok usia 10 hingga 20 tahun menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terpapar judi online. Lebih memprihatinkan lagi, banyak anak menggunakan uang sakunya untuk bermain judi daring.

“Yang paling menyedihkan bahwa anak-anak itu mempergunakan uang sakunya. Jadi kalau dia dapat uang saku Rp10 ribu misalnya, 50 persennya dipakai untuk judi. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Adang menilai pola penyebaran judi online memiliki kemiripan dengan peredaran narkotika yang menyasar anak-anak muda sebagai target utama. Karena itu, ia mengingatkan bahwa persoalan judi online tidak bisa dianggap sebagai kasus biasa.

“Saya takut generasi muda kita terkena narkotik, judi online, pornografi. Ini melemahkan kita untuk menjadi negara yang maju ke depan,” tegasnya.

Adang juga mengapresiasi langkah aparat penegak hukum, termasuk Polri dan Bea Cukai, dalam mengungkap jaringan judi online internasional. Namun ia menilai pengawasan terhadap warga negara asing yang masuk ke Indonesia masih perlu diperketat.

Dia menekankan pengawasan tidak cukup hanya dilakukan di pintu masuk imigrasi, tetapi juga harus melibatkan masyarakat, aparat daerah, hingga unsur intelijen di lapangan.

“Kalau saja masyarakat sekitar ikut mengawasi, pasti terlihat aktivitas mencurigakan itu. Maka RT, RW, masyarakat setempat, sampai tukang parkir harus menjadi mata dan telinga dalam pengawasan,” kata Adang.

Selain itu, ia meminta keluarga untuk lebih waspada terhadap penggunaan telepon genggam oleh anak-anak. Menurutnya, kemajuan teknologi tanpa pengawasan dapat membuka akses terhadap pornografi, judi online, hingga penyalahgunaan narkotika.

“HP sekarang sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa dipermainkan lagi. Di situ ada pornografi, judi, narkotik, bahkan cara membuat narkotik. Jadi keluarga menjadi yang utama dalam pengawasan,” pungkasnya.



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya