Berita

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq. (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

RABU, 13 MEI 2026 | 09:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren.

Desakan itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, menyusul mencuatnya dugaan kasus pencabulan terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Dugaan tindak kekerasan seksual tersebut disebut telah berlangsung sejak 2020 dan mulai dilaporkan korban pada 2024 lalu. Dalam kasus ini, oknum kiai berinisial AS kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.


Maman menegaskan tidak boleh ada toleransi bagi pelaku, terlebih jika berlindung di balik institusi pendidikan.

“Saya meminta pihak aparat untuk menghukum seberat-beratnya bagi pelaku, dan menerapkan hukuman bukan hanya KUHP tetapi juga Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS),” tegas Maman kepada wartawan, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Maman, kasus semacam itu menjadi peringatan serius agar pengawasan terhadap lembaga pendidikan keagamaan diperkuat. Ia menilai lembaga pendidikan tidak boleh menjadi tempat aman bagi pelaku kekerasan seksual.

Selain mendorong penindakan hukum yang tegas, Maman juga meminta negara memastikan hak pendidikan santri tetap terpenuhi meski lembaga tempat mereka belajar harus ditutup karena pelanggaran.

“Kalau ada lembaga yang tidak memenuhi syarat atau menyalahi aturan, izinnya harus dicabut. Tetapi anak-anak jangan sampai kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan,” kata Legislator PKB ini.

Maman yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka itu juga menekankan pentingnya pendampingan trauma bagi korban kekerasan seksual. 

Selain itu, ia meminta Kementerian Agama lebih aktif melakukan pengawasan dan validasi terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

“Kita ingin negara lebih hadir, terutama dari Kementerian Agama, agar lebih aktif melakukan validasi data. Mana yang betul disebut layak pesantren, mana yang tidak,” ujarnya.

Maman turut mendorong terciptanya budaya keterbukaan di lingkungan pesantren melalui sistem audit dan pelaporan yang jelas. Menurutnya, santri maupun orang tua harus memiliki ruang aman untuk melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran.

“Kita ingin pesantren membuka diri, melakukan audit, dan ada semacam pelaporan sehingga seluruh orang tua atau siapapun bisa speak up,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya