Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Umum DPP Organda Adrianto Djokosoetono. (Foto: RMOLJatim)

Nusantara

Khofifah Ajak Organda Sokong Kedaulatan Pangan dan Ekonomi

RABU, 13 MEI 2026 | 04:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Organda Jatim berperan aktif dalam membangun konektivitas transportasi khususnya untuk mendukung kedaulatan pangan berkelanjutan.

Sektor transportasi dikatakannya menjadi jaringan penghubungan layanan baik barang dan jasa yang penting bagi masyarakat Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI periode 2026-2031 Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026.


Selaras dengan tema "Menjadikan Angkutan Umum Sebagai Pilihan Masyarakat Agar Efisiensi Bisa Tercapai Dengan Tetap Mengutamakan Keselamatan dan Pelayanan", Gubernur Khofifah menyebut sektor transportasi berperan penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Mei 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur berada di atas beberapa provinsi lain di Pulau Jawa. 

Di mana, perekonomian Jawa Timur pada Triwulan I tahun 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 5,96 persen (year-on-year) dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

"Angka ini tidak lepas dari peran strategis Organda Jawa Timur yang membangun koneksitas dari transportasi masyarakat barang dan jasa,” ujar Gubernur Khofifah dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu, 13 Mei 2026.

Karena itu, di Musda kali ini Gubernur Khofifah berharap Organda bisa membuat program dan pilot project yang memudahkan pengangkutan produk-produk pertanian, peternakan dan sektor hortikultura agar bisa mengakses dari produsen ke konsumen, dari produsen ke pasar-pasar induk, dan seterusnya.

"Maka, saya rasa apa yang menjadi target Pak Presiden Prabowo mewujudkan ketahanan pangan nasional, Jawa Timur ini sesungguhnya sudah sampai pada tahapan mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan,” ujarnya.

“Kalau ini ditambah dengan support dari Organda yang akan melakukan proses penjangkauan, ini akan menjadi new hope atau harapan baru yang luar biasa,” tambah Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menyatakan bahwa Pemprov Jatim selalu menguatkan transportasi publik sebagai bagian dari pengembangan konektivitas.
 
Salah satunya melalui pembangunan transportasi berbasis kereta yang groundbreaking ditargetkan dimulai pada Januari 2027 dengan dukungan investasi dari Inggris, Jerman, Jepang, serta penjajakan investasi dari Tiongkok. 

Sementara, di sektor pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya percepatan masa tanam lewat penggunaan alat dan mesin pertanian modern, hingga optimalisasi Combine Harvester yang dilakukan untuk menekan kehilangan hasil panen. 

"Kalau kita bisa memproduksi 34 juta ton, maka sesungguhnya produksi kita akan bisa bertambah 10 persen. Berarti bertambah 3,4 juta ton. Itu tidak usah ekstensifikasi lahan, tidak usah intensifikasi lahan. Cukup dengan menggunakan alsintan yang modern," jelasnya.

"Lebih jauh, kami menyampaikan terima kasih bahwa Organda Jawa Timur telah memberikan peran strategis bagi proses pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, terutama melalui penyiapan transportasi publik baik secara komersial maupun sosial,” tandas Khofifah.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Organda Adrianto Djokosoetono mengatakan bahwa MUSDA ini menjadi penting. Terutama karena Jawa Timur dikenal sebagai Lumbung Pangan Nasional yang mensuplai banyak sekali kebutuhan pangan baik di Pulau Jawa maupun Indonesia Timur.

"Artinya saudara-saudara yang di DPD Organda Jatim ini harusnya partisipasi aktif juga, supaya hasil pangannya ini fresh, lebih baik. Karena ini challenge nasional. Bahwa angkutan logistik khususnya pangan ini belum tertata dengan baik,” kata Adrianto.
 
“Ini seakan-akan efisien, seakan-akan ngangkutnya maunya sekali banyak. Padahal karena penyusunannya yang kurang baik, yang defect-nya banyak juga," pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya