Berita

Ekonom Dipo Satria Ramli. (Foto: YouTube Awalil Rizky)

Bisnis

Pemerintah Jangan Jumawa dengan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

RABU, 13 MEI 2026 | 03:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seakan-akan sesumbar usai hasil pertumbuhan ekonomi RI di Triwulan I 2026 tembus di angka 5,61 persen.

Terkait itu, ekonom Dipo Satria Ramli mengingatkan bahwa pertumbuhan di Triwulan I 2026 ini tidak bisa menjadi acuan untuk periode-periode berikutnya.

“Penting sekali kita jangan jumawa juga. Karena Triwulan II dan III itu tantangannya sangat lebih banyak ya. Jadi, selain (tantangannya) perang Iran, kemungkinan besar pertumbuhan di Triwulan I ini tidak bisa direplikasi di Triwulan II,” kata Dipo dikutip dalam kanal YouTube Awalil Rizky pada Selasa malam, 12 Mei 2026.  


Lanjut dia, hal itu karena pada Triwulan II tidak ada low base effect yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Low base effect merupakan fenomena statistik di mana angka pertumbuhan persentase terlihat sangat tinggi karena dibandingkan dengan angka dasar (base) yang sangat rendah pada periode sebelumnya.

“(Pertama) nggak ada low base effect-nya. Yang kedua, belanja negara kan kita udah genjot nih, misalnya 20 persen. Nah, nggak mungkin kita genjot 20 persen lagi. Apalagi di saat fiskal kita sudah sempit ya,” tegasnya.

Ia menyebut fiskal kita di Triwulan I itu mengalami defisit 0,93 persen. Dengan demikian hampir sepertiga jatah undang-undang sudah habis di Triwulan I.

“Harus direm sedikit,” imbuhnya.

Selanjutnya, merujuk pada data PMI (Purchasing Managers' Index) Manufaktur, Dipo menjelaskan sejak April 2026 terdapat tren penurunan.

“Jadi, Januari-Februari naik, di Maret turun, April itu turun lagi,” tandasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menilai pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menjadi bukti Indonesia telah keluar dari kutukan pertumbuhan stagnan di 5 persen.  

Dibandingkan triwulan IV tahun lalu tumbuhnya lebih cepat, 5,39 ke 5,61. Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen, jadi kita sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026.

Menurut dia, capaian ini merupakan prestasi di tengah tekanan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Pemerintah, kata Purbaya, mampu menjaga pertumbuhan tetap sesuai target.

“Ini prestasi yang luar biasa loh di tengah gejolak tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu. Kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target 5,61,” jelasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya