Berita

Ekonom Dipo Satria Ramli. (Foto: YouTube Awalil Rizky)

Bisnis

Ekonom: Sampai Maret Kita Baik-baik Saja, Akhir Mei Justru Berbahaya!

RABU, 13 MEI 2026 | 01:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen yang dibanggakan oleh pemerintah khususnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus menuai sorotan publik.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi tersebut dianggap belum dirasakan di kalangan rakyat. Dengan kata lain, kondisi rakyat tetap makin sulit dan dunia usaha belum berkembang.

Ekonom Dipo Satria Ramli menjelaskan bahwa acuan data yang digunakan dalam perhitungan pertumbuhan tersebut berdasarkan kondisi yang terjadi hingga Maret 2026.


“Jadi yang pertama, yang ekonomi tumbuh itu, kita harus ingat dan kayaknya orang suka lupa bahwa sebenarnya itu adalah data per akhir Maret ya kan. Dan data itu dipublish, kan baru di bulan Mei. Jadi mungkin di bulan Maret kita baik-baik saja. Sampai Maret kita baik-baik saja, tapi akhir Mei yang justru sangat berbahaya,” kata Dipo dikutip dalam kanal YouTube Awalil Rizky pada Selasa malam, 12 Mei 2026.

Ia menyebut pada bulan Maret, Perang Iran baru dimulai sehingga dampaknya belum dirasakan. Begitu pula ada momentum Lebaran yang masih masuk dalam Triwulan I.

Dipo lantas membandingkan dengan pertumbuhan yang terjadi pada Triwulan I 2025 yang saat itu hanya di angka 4,87 persen.
 
“Jadi 2025 kita efisiensi, terus tidak ada Lebaran (di Triwulan I). Yang 2026, kita jor-joran program prioritas yak kan, kayak belanja pemerintah itu naik 30 persen dan Lebaran terjadi di bulan Maret, jadi itu low base effect ya, jadi memang angka awalnya sudah terlalu pendek,” jelasnya.

Masih kata Dipo, kenaikan belanja pemerintah juga akibat beberapa program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Jadi in konteks memang si MBG kita kejut-kejutan. Kalau yang kopdes memang setahu saya mereka baru fokus di pembangunan fisik. Jadi kalau kita banyak ke daerah, itu masih kopdesnya kosong, memang banyak yang belum operasional. Pembangunan fisik itulah yang dihitung,” pungkasnya.   
   

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya