Berita

Pengacara kondang OC Kaligis di Polda Metro Jaya, Jakarta. (Foto: Humas Polda Metro)

Hukum

OC Kaligis Polisikan Budi Gunadi Imbas Dugaan Pemalsuan Gelar

RABU, 13 MEI 2026 | 01:22 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Metro Jaya menerima laporan yang dilayangkan beberapa dokter spesialis lewat pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis atau OC Kaligis terhadap dugaan pemalsuan gelar akademis oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Senin, 11 Mei 2026.

“Benar dilaporkan Senin, 11 Mei tentang dugaan pemalsuan dan sistem pendidikan di Indonesia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Secara terpisah, OC Kaligis pun menjelaskan dasar laporan yang dilayangkan, berawal dari Menkes Budi yang tidak menggubris somasi terkait dugaan pemalsuan gelar tersebut.


“Jadi kebetulan ini para dokter semua artinya sepakat untuk melaporkan Menkes. Karena bukan ijazah palsu tetapi gelar palsu. Jadi Pasalnya 272 Ayat 2 KUHP Baru dan Pasal 69 Ayat 1 Sistem Pendidikan Nasional,” kata OC Kaligis kepada wartawan.

Ia yakin dengan jalur hukum ini kasus yang menyangkutpautkan kliennya akan selesai.

Di sisi lain, salah satu dokter spesialis yang masuk dalam laporan yakni dr. Nurdadi Saleh menjelaskan bila persoalan bermula dari gelar Ir (Insinyur) yang dipakai Menkes Budi.

"Menurut data yang sebenarnya beliau adalah seorang doktorandus. Karena dia di ITB itu lulusan fisika nuklir gelarnya bukan Ir. Tapi dokter,” kata Nurdadi Saleh.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya