Berita

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kedua dari kiri), Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Salim (ketiga dari kri) di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026. (Foto: Dokumentasi Pusjianmar)

Politik

Seminar Pascasarjana Unair:

Membangun Kepemimpinan Pancasila dengan Semangat Gotong Royong

RABU, 13 MEI 2026 | 00:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Seminar Sehari bertajuk Kepemimpinan Nusantara 2026 yang digelar di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026, membedah konsep kepemimpinan Pancasila dengan semangat gotong royong.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Prof. Marsetio bertindak sebagai keynote speaker dalam acara itu. Ia menyebut bahwa faktor kepemimpinan sangat menentukan ketahanan dan arah bangsa.

“Pertahanan, kemegahan, kebesaran dan kemasyhuran Indonesia ditentukan oleh ketangguhan di darat, kejayaan di laut dan keperkasaan di udara,” kata Prof. Marsetio dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 12 Mei 2026.


Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir sebagai salah satu pemateri mengungkapkan bahwa kepemimpinan Pancasila berprinsip pada gotong royong yang merupakan ajaran Bung Karno.

“Gotong royong adalah inti Pancasila. Saya ingin membangkitkan kembali kekuatan ini melalui Kampung Pancasila. Contoh kecilnya, mari beli kebutuhan pokok di tetangga sendiri, di toko kelontong sekitar rumah, jangan hanya ke toko modern. Itulah cara kita saling menghidupi,” kata Eri.

Prinsip itu telah diterapkan Eri dalam memimpin Kota Surabaya. Eri menerapkan pelayanan publik berbasis siklus hidup masyarakat. Pemkot Surabaya memberikan perhatian sejak masa kehamilan untuk mencegah stunting hingga pelayanan bagi lansia.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, ia mengajak masyarakat, kampus, dan pelaku usaha ikut membangun Kota Surabaya.

“Saya ingin bergerak bersama warga untuk membangun kota ini. Sehingga ada Kader Surabaya Hebat (KSH) yang siap menolong warga, RW yang bergerak, pengusaha yang menjadi orang tua asuh bagi anak yatim, dan kampus yang turun langsung ke masyarakat. Jika masyarakat sudah merasakan itu, barulah saya berhasil menjadi pemimpin,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Pusat Pengkajian Maritim Sekolah Staf dan Komando AL (Pusjianmar Seskoal) Laksma TNI Salim yang juga bertindak sebagai pemateri menyampaikan bahwa kepemimpinan Nusantara harus berlandas pada bahari dalam konteks geografis dan strategis Indonesia.

“Kepemimpinan bahari yang kuat tidak terbentuk secara alami, melainkan melalui strategi yang terencana dan konsisten. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan bahari menjadi agenda penting yang harus dilaksanakan secara sistematis dan kolaboratif,” ucap Salim.

Jebolan AAL 1995 ini menyebutkan bahwa kepemimpinan bahari merupakan refleksi jati diri bangsa Indonesia.

“Dengan gotong royong sebagai fondasi dan kolaborasi sebagai kekuatan, kita tidak menjaga laut kita, kita menjaga masa depan Indonesia,” tegasnya.

“Nakhoda yang tepat untuk bangsa ini adalah seseorang yang memiliki ocean leadership beriman, cerdas dan berwawasan global, mengerti akan jati diri bangsa. Seseorang yang memiliki kepemimpinan jiwa bahari berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya