Berita

Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi. (Foto: Dok. DPRD Jember)

Politik

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

SELASA, 12 MEI 2026 | 20:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Nama Achmad Syahri Assidiqi mendadak jadi buah bibir nasional. Bukan karena prestasi gemilangnya di kursi legislatif, melainkan karena aksi tak terpujinya yang viral saat kedapatan merokok dan asyik bermain game di tengah rapat penting membahas stunting dan kesehatan rakyat di DPRD Jember.

Lantas, siapa sebenarnya sosok legislator muda dari Fraksi Gerindra ini?
 
Lahir dari Keluarga Politikus


Achmad Syahri Assidiqi bukan orang baru di lingkaran kekuasaan. Pemuda yang akrab disapa Fadil ini merupakan putra dari tokoh politik berpengaruh di Jawa Timur, Achmad Fadil Muzakki Syah atau yang populer dikenal sebagai Lora Fadil.

Sebagaimana diketahui, Lora Fadil adalah mantan anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem yang sempat viral karena membawa tiga istrinya saat pelantikan di Senayan.

Darah politik sang ayah tampaknya mengalir deras ke tubuh Syahri, yang kemudian memilih berlabuh di Partai Gerindra untuk memulai karier politiknya.

Legislator Termuda Jember

Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, Syahri mencatatkan namanya sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember periode 2024-2029. Hebatnya, ia menyandang predikat sebagai anggota dewan termuda di Jember, dilantik saat usianya masih muda, yakni 25 tahun.

Kemenangannya di Daerah Pemilihan (Dapil) Jember 1 sempat membawa harapan baru akan munculnya representasi anak muda yang progresif di parlemen lokal. Namun, insiden "mabar" (main bareng) di ruang rapat ini justru menjadi tamparan keras bagi citra legislator milenial yang ia usung.

Pendidikan dan Prestasi

Dalam profil resmi DPRD Jember Fraksi Gerindra, Syahri memiliki gelar Sarjana Ekonomi (SE) tanpa disebutkan almamaternya.

Selama masa kampanye, ia dikenal aktif merangkul pemilih pemula dan komunitas hobi di Jember, yang menjadi lumbung suaranya hingga berhasil melenggang ke Gedung Kapal (sebutan khas kantor DPRD Jember).

Ia kini mengemban tugas sebagai Anggota Komisi D DPRD Jember. Komisi yang membidangi penanggulangan bencana; pendidikan; kesehatan; sosial; kepemudaan dan olahraga; perpustakaan dan kearsipan; pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana; tenaga kerja; serta bina mental.

Namun, hingga saat ini, prestasi substantif di bidang legislasi maupun pengawasan anggaran belum banyak tercatat di bawah namanya. Alih-alih menelurkan kebijakan pro-rakyat, langkah awalnya di tahun kedua menjabat justru terganjal masalah etika.

Etika Dipertaruhkan

Kehadiran Syahri di DPRD Jember awalnya digadang-gadang akan membawa gaya kepemimpinan yang lebih segar. Namun, perilaku "ngebul" dan bermain ponsel saat rapat koordinasi penanganan stunting dan angka kematian ibu (AKI) dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan konstituen.

Kini, sang legislator muda Gerindra ini harus bersiap menghadapi sidang Badan Kehormatan (BK).

Karier politik yang baru seumur jagung ini sedang dipertaruhkan: Apakah ia sanggup memperbaiki etika politiknya, atau justru hanya akan dikenal sebagai "anak pejabat" yang hobi main game di tengah penderitaan rakyat?

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya