Berita

Mensos Saifullah Yusuf (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

11 Ribu Penerima Bansos Terindikasi Judol Sudah Dicoret

SELASA, 12 MEI 2026 | 18:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah mencoret 11 ribu lebih keluarga penerima manfaat bansos yang diduga memakai dana bantuan negara untuk praktik judi online (judol) sepanjang awal 2026.

Kabar itu diungkap oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat tiba di Istana Merdeka , Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Dikatakan bahwa pada triwulan pertama 2026, Kementerian Sosial mencoret lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang terindikasi menggunakan dana bansos untuk aktivitas judol, disusul 75 KPM tambahan pada triwulan kedua.


“Untuk tahun 2026 ini ada 11 ribu lebih yang kami coret di Triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM (keluarga penerima manfaat) yang kami coret,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Gus Ipul, angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibanding tahun lalu ketika Kemensos mencoret sekitar 600 ribu penerima bansos yang terindikasi serupa. 

Meski demikian, sebagian kecil sempat diberi kesempatan reaktivasi setelah melalui pemeriksaan lapangan dan terbukti masih berada dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan negara.

Gus Ipul menegaskan, kebijakan tahun ini jauh lebih keras. Penerima bansos yang terbukti menyalahgunakan bantuan untuk judol langsung dicoret permanen, kecuali dalam kondisi sangat khusus yang telah diverifikasi mendalam. 

Pemerintah, kata dia, tak ingin dana negara yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin justru bocor ke aktivitas ilegal dan destruktif.

"Kita beri sekali kesempatan. Tidak semua juga, hanya pihak tertentu setelah hasil kroscek memang mereka sangat membutuhkan. Tetapi tentu kita beri pendampingan, jangan sampai mengulang lagi. Kalau mengulang lagi, akan kita coret selamanya,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi dukungan PPATK yang dinilai berperan besar dalam menyuplai data akurat terkait dugaan penyalahgunaan bansos. 

Ke depan, Kemensos juga akan menyerahkan data terbaru hasil pemutakhiran BPS kepada PPATK untuk pemadanan lanjutan, demi memastikan bansos tepat sasaran 

"Saya berterima kasih dengan PPATK yang telah memberikan informasi cukup baik sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar,' pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya