Berita

Ilustrasi rupiah. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Rupiah Tersungkur Rp17.529, Pengamat: Narasi Undervalued BI Tak Relevan

SELASA, 12 MEI 2026 | 17:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa sore, 12 Mei 2026, di tengah tekanan terhadap mata uang domestik.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup turun 115 poin atau 0,66 persen ke level Rp17.529 per dolar AS. 

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif setelah mata uang Garuda sempat menyentuh Rp17.535 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah.


Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan rupiah dalam 12 tahun terakhir menunjukkan persoalan serius yang belum terselesaikan.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus menggunakan narasi bahwa rupiah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued dalam berbagai situasi, mulai dari gejolak geopolitik, pandemi, hingga saat pasar relatif stabil.

"Narasi tersebut ya terus berulang dikatakan ya di berbagai situasi," kata Ibrahim dalam keterangannya kepada RMOL.

Namun menurut Ibrahim, narasi tersebut patut dipertanyakan karena tren jangka panjang rupiah justru terus mengalami pelemahan dari Rp12.000 per dolar AS pada 2014 lalu menjadi Rp17.500 saat ini.

Untuk itu, ia tidak menutup kemungkinan rupiah akan semakin terperosok ke Rp22.000 per dolar AS.

“Sebagai ekonom saya mempertanyakan relevansi narasi undervalued itu, karena tren jangka panjang rupiah kemungkinan masih akan melemah, bahkan bisa menuju Rp22.000 per dolar AS,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah dan BI melakukan evaluasi lebih mendalam terkait penggunaan istilah undervalued dalam komunikasi ekonomi.

Menurutnya, istilah tersebut kini cenderung bergeser fungsi, dari analisis ekonomi menjadi alat komunikasi untuk meredam kepanikan pasar.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan BI masih belum buka suara soal kondisi rupiah yang terus terpuruk.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya