Berita

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Qodari Sabotase Bakom RI untuk Bungkam Kritik Publik

SELASA, 12 MEI 2026 | 14:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) tengah disabotase Muhammad Qodari untuk membungkam kritik publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli menilai, rencana Qodari merekrut media-media homeless sebagai mitra kerja sama Bakom RI merupakan penghinaan pada kebebasan berpendapat masyarakat.

"Bakom RI baru saja melakukan sabotase terhadap dirinya sendiri dengan cara yang paling memalukan," ujar Guntur dikutip melalui postingan video di akun Facebook-nya, Selasa 12 Mei 2026.


Menurut Guntur, langkah yang dilakukan Qodari tersebut sangat kontraproduktif, blunder, amatir, dan dungu.

Ia melihat, rencana Qodari melalui Bakom RI merupakan klaim sepihak alias pencatutan. Karena media-media homeless yang disebutkannya justru membantahnya.

"Bakom RI telah menciptakan musuh-musuh baru dari pihak yang harusnya dirangkul tapi sekarang balik memukul," kata Guntur.

Selain itu, Guntur juga menilai Bakom RI potensi disomasi atau dituntut secara hukum, karena kredibilitas institusi ini jatuh di mata publik dan bahkan sebelum program itu berjalan.

"?Homeless media dicintai netizen karena mereka adalah antitesis media konvensional yang kaku dan mudah sekali disensor dan diintervensi," kata Guntur.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya