Berita

Thiago Ávila dikawal petugas keamanan Israel (Foto: BBC)

Dunia

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

SELASA, 12 MEI 2026 | 13:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aktivis Global Sumud Flotilla asal Brasil Thiago Avila mengungkap pengalaman kelam setelah dibebaskan dari tahanan Israel. 

Setibanya di Sao Paulo, Senin waktu setempat, 11 Mei 2026, Avila menuduh otoritas Israel melakukan penyiksaan serta berbagai pelanggaran serius selama 10 hari dirinya ditahan. 

Avila bersama aktivis asal Spanyol Abu Keshek merupakan bagian dari misi kemanusiaan kedua Global Sumud Flotilla yang berangkat dari Spanyol pada 12 April membawa bantuan untuk warga Gaza. 


Namun sebelum mencapai tujuan, kapal mereka dicegat pasukan Israel di perairan internasional. Keduanya kemudian ditangkap dan dibawa ke Israel, sementara lebih dari 100 aktivis pro-Palestina lainnya dialihkan ke Kreta.

Dalam pernyataan setibanya di Bandara Internasional Sao Paulo-Guarulhos, Avila menegaskan bahwa penahanannya merupakan tindakan ilegal. 

“Kepulangan saya hanyalah koreksi atas pelanggaran serius. Saya diculik oleh Israel, saya tidak dipenjara,” tegas kepada wartawan, seperti dikutip dari Jerusalem Post.

Avila menuding dirinya dan Abu Keshek mengalami segala macam penyiksaan selama masa penahanan. Ia juga menyebut para tahanan Palestina yang berada di sel berdekatan menerima perlakuan yang jauh lebih brutal.

Israel menahan kedua aktivis itu dengan tuduhan membantu musuh dan melakukan kontak dengan kelompok teroris, namun seluruh dakwaan dibantah keras oleh Avila maupun Abu Keshek. 

Pemerintah Israel juga menolak tudingan penyiksaan yang disampaikan kelompok hak asasi Adalah, dengan menyatakan seluruh prosedur dilakukan sesuai hukum.

Pemerintah Brasil dan Spanyol sama-sama menyebut penahanan tersebut tidak sah. Di hadapan para pendukungnya, Avila bahkan menyerukan perlawanan politik terhadap kepemimpinan Israel dan Amerika Serikat. 

“Kita harus mengalahkan Netanyahu dan Donald Trump, kita harus mengalahkan para penjahat perang," tegasnya, disambut seruan agar Brasil memutus hubungan dengan Israel.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya