Berita

Ilustrasi ojek online. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Bukan Cuma Cari Cuan, Ini Alasan Danantara Borong Saham Platform Ojol

SELASA, 12 MEI 2026 | 11:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara merambah sektor ride-hailing ditegaskan sebagai langkah komersial yang terukur. 

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa investasi pada platform ojek online (ojol) didasarkan sepenuhnya pada potensi keuntungan jangka panjang dan efisiensi bisnis.

"Kita lihat saja, itu kan hanya investasi yang memang seharusnya bisa menghasilkan profit yang baik," ujar Pandu di Graha Mandiri Jakarta, Senin 11 Mei 2026. 


Hingga saat ini, Danantara masih fokus pada peluang yang memberikan imbal hasil (return) optimal dan belum menetapkan target spesifik terkait penambahan kepemilikan saham di masa depan. 

"Kalau sudah ada game plan, nanti kita komunikasikan ke publik," tambah Pandu. 

Meski Danantara menekankan sisi profit, langkah ini memiliki dimensi sosial yang kuat melalui penyesuaian kebijakan aplikator. 

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengungkapkan bahwa masuknya pemerintah sebagai pemegang saham bertujuan untuk menekan potongan komisi aplikator. Targetnya, potongan yang selama ini berada di kisaran 10–20 persen akan dipangkas menjadi hanya 8 persen.

Dengan kepemilikan saham ini, negara memiliki instrumen langsung untuk mengoreksi sistem dari dalam. 

Hal ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Online yang baru saja diteken Presiden Prabowo Subianto pada 1 Mei lalu.

Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia juga menyambut positif kehadiran Danantara dalam struktur pemilik aplikator. 

Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menilai ini sebagai tonggak restrukturisasi keadilan ekonomi. Melalui skema bagi hasil 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator, relasi kemitraan yang selama ini dianggap timpang mulai diperbaiki secara fundamental.

Kehadiran Danantara tidak hanya dipandang sebagai upaya perlindungan pekerja rentan, tetapi juga langkah strategis untuk menjaga kedaulatan ekonomi digital nasional. 

Dengan menjadi bagian dari pemilik platform, pemerintah kini memiliki kendali lebih besar dalam memastikan industri yang melibatkan jutaan nyawa ini tetap stabil dan berkelanjutan secara bisnis.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya