Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dolar AS Menguat Tipis saat Pasar Menanti Data Inflasi

SELASA, 12 MEI 2026 | 07:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Greenback menguat tipis. Indeks Dolar AS (DXY) naik ke level 97,917 pada akhir perdagangan Senin 11 Mei 2026, meskipun sempat bergerak volatil. 

Pemicu utamanya adalah tensi panas di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump menolak mentah-mentah proposal perdamaian dari Iran. Pernyataan Trump bahwa gencatan senjata berada di "ambang kegagalan" sukses bikin pasar was-was akan gangguan pasokan energi global.

Efeknya langsung terasa di pasar bahan bakar. Harga minyak mentah WTI melonjak 3,37 persen ke angka 98,64 Dolar AS per barel, sementara Brent melesat hingga menembus 104,71 Dolar AS per barel. 


Selain isu Selat Hormuz, pasar kini sedang menebak-nebak apakah kita sedang menuju babak baru konflik atau sekadar negosiasi yang lebih rumit.

Di belahan dunia lain, mata uang Yuan justru tampil perkasa dengan menguat 0,08 persen ke posisi 6,791 per Dolar AS, menjadi level terkuatnya sejak awal 2023. 

Investor tampaknya berekspektasi positif pada pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping pekan ini. Apalagi, kinerja ekspor China sedang moncer berkat tingginya permintaan di sektor kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, dari Amerika Serikat, data tenaga kerja yang naik dua kali lipat dari ekspektasi (tambah 115.000 pekerjaan) membuat peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed semakin tertutup dalam waktu dekat. Fokus pasar kini beralih pada rilis data inflasi (CPI dan PPI) pekan ini untuk melihat seberapa kuat ekonomi AS bertahan di tengah badai harga energi global.

Di pasar valuta lainnya, Poundsterling Inggris sedikit menguat ke 1,3637 Dolar AS meski pemerintahan PM Keir Starmer sedang digoyang isu pengunduran diri internal partai. 

Sedangkan terhadap Yen Jepang, Dolar AS tetap perkasa dengan kenaikan 0,29 persen ke posisi 157,11, membuktikan bahwa dolar masih menjadi tempat aman bagi investor di tengah ketidakpastian dunia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya