Berita

Prof. Suzie Sudarman. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Prof. Suzie Sudarman:

Pembicara Zionis Masuk Kampus UI, Rezim Makin Dekat dengan Israel

SELASA, 12 MEI 2026 | 05:27 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Pusat Studi Amerika Universitas Indonesia, Prof. Suzie Sudarman mengungkap adanya peran zionis dalam pengembangan akademik di kampus Universitas Indonesia (UI) saat ini.

Hal itu ia sampaikan dalam podcast Madilog dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin malam, 11 Mei 2026. 

Awalnya, Prof. Suzie membahas keluarnya PP 75/2021 tentang Statuta UI yang membuka celah masuknya kepentingan-kepentingan partai politik atau kelompok lain masuk dalam Majelis Wali Amanat (MWA).


Selain itu, ia mengungkap kampus UI kini berpotensi menjadi tempat menipu rakyat lewat maraknya titel palsu imbas keluarnya PP tersebut.

“Ya kan kalau namanya dia di guru besar kehormatan atau doktor kehormatan, kan sama posisinya dengan guru besar yang benar-benar merangkak dari bawah. Tapi itu belum terbukti sekarang, tapi itu terbuka kemungkinan bahwa parpol ikut masuk dan nyatanya ketua MWA kita adalah orang NU Pak Staquf (KH. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya) yang menyisipkan pembicara-pembicara zionis untuk menjadi pembicara di kalangan mahasiswa,” kata Prof. Suzie.
 
Lebih jauh, Prof. Suzie melihat dampak yang lebih besar bagi kenegaraan Indonesia yang mengacu pada Pembukaan UUD 1945. Di mana posisi Indonesia seharusnya bertolak belakang dengan kepentingan Israel.

“Tapi sebenarnya sudah masuk tuh unsur-unsur yang akan menguatkan kecenderungan dari rezim ini untuk mendekati dirinya pada Israel yang sebetulnya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, karena harusnya kita mendahulukan kemerdekaan Palestina,” ungkap dia.

Rezim yang dimaksud berawal dari pemerintahan Jokowi dengan mengeluarkan PP 75/2021 dan kini terus berlanjut di era pemerintahan Prabowo Subianto.

Prof. Suzie menilai fenomena ini akan semakin membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara saat pengaruh Israel mulai masuk, diawali dari kampus UI.

“Bagaimana akhirnya kalau kita menghadirkan hubungan diplomatik dan mempersiapkan kalangan zionis untuk terlibat dalam perekonomian Indonesia juga itu terbayangkan bagaimana akibat nantinya,” tandasnya.   
 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya