Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi R)

Politik

Utang Pemerintah Nyaris Rp10.000 Triliun, Purbaya: Harusnya Anda Muji Kita

SENIN, 11 MEI 2026 | 22:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lonjakan utang pemerintah yang mendekati Rp10 ribu triliun hingga akhir Maret 2026 dinilai masih dalam batas aman.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon lonjakan utang pemerintah dari Rp9.637,9 triliun pada Desember 2025 menjadi Rp9.920,4 triliun pada akhir Maret 2026.

Purbaya menegaskan penilaian kondisi utang negara tidak tepat jika hanya melihat nominal semata. Menurutnya, indikator utama yang dipakai secara global adalah rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).


"Kalau kita lihat acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB berapa? 60 persen. Kita masih jauh," ujar Purbaya dalam media briefing di kantornya, Jakarta, pada Senin 11 Mei 2026.

Ia mengatakan rasio utang Indonesia saat ini berada di level sekitar 40 persen, sehingga masih relatif terkendali.

Purbaya juga membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut rasio utang Singapura mencapai sekitar 180 persen terhadap PDB, sementara Malaysia dan Thailand juga berada di level lebih tinggi dibanding Indonesia.

"Singapura berapa? 180 persen. Malaysia 60 persen lebih, Thailand juga tinggi semua," ujarnya.

Tak hanya negara tetangga, Purbaya juga menyinggung kondisi negara maju yang memiliki rasio utang jauh lebih besar.

"Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekitar kita, dibanding Amerika juga, dibanding Jepang apalagi (yang mencapai) 275 persen," ujarnya.

Ia pun menyayangkan masih banyak pihak yang hanya menyoroti sisi negatif dari kenaikan utang pemerintah tanpa melihat perbandingan internasional.

"Jadi kalau dilihat dari itu, harusnya anda muji-muji kita. Cuma enggak pernah kan? Kenapa anda lihat dari sisi negatif terus? Lihat sisi komparatif," ujar Purbaya.

Purbaya kemudian menganalogikan utang negara seperti perusahaan yang mencari tambahan modal demi memperbesar usaha. Besar kecilnya utang, kata dia, harus diukur dari kemampuan ekonomi masing-masing.

"Utang itu seperti kalau satu perusahaan mau mengembangkan usahanya, dia bisa utang. Tapi perusahaan yang kecil atau perusahaan yang besar beda kemampuannya," ujar Purbaya.

"Kalau satu perusahaan untungnya cuma Rp1 juta, dia utang Rp1 juta, sudah kesusahan. Tapi kalau perusahaan yang untungnya Rp100 juta, utang Rp1 juta enggak apa-apa. Makanya dibagi ratio debt to GDP," jelasnya.

Adapun berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, total utang pemerintah pusat per 31 Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun atau setara 40,75 persen terhadap PDB.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya