Berita

Peluncuran program Smart and Green Building oleh PLN. (Foto: Dok. PLN)

Bisnis

PLN Luncurkan Smart and Green Building, Kantor Lebih Efisien dan Rendah Emisi

SENIN, 11 MEI 2026 | 15:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT PLN (Persero) mulai menerapkan sistem pengelolaan energi pintar di gedung perkantorannya melalui program Smart & Green Building yang diluncurkan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat 8 Mei 2026. 

Lewat program ini, kantor PLN telah dilengkapi PLTS Atap, sistem pengatur penggunaan listrik, hingga pendingin ruangan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan perkembangan teknologi membuat pengelolaan energi di gedung kini semakin terintegrasi dan otomatis. Oleh karena itu, PLN perlu beradaptasi dengan membangun sistem energi yang lebih fleksibel dan modern.


“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Senin 11 Mei 2026.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi seperti PLTS Atap, kendaraan listrik, hingga otomasi bangunan membuat gedung dan rumah kini tidak lagi hanya menjadi pengguna energi.

“Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi juga mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah,” imbuhnya.

Sebagai proyek percontohan, Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN kini telah dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Energy Management System sebagai pusat kendali digital gedung. 

Sistem tersebut memungkinkan pemantauan dan pengaturan penggunaan energi secara lebih efisien dan real time.

Komisaris Independen PLN, Andi Arief menilai penerapan Smart & Green Building menjadi langkah penting agar PLN dapat menghadirkan praktik efisiensi energi secara nyata di lingkungan perusahaan.

“Kita ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kita sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” ujar Andi.

Ia menambahkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Sustainability bukan sekadar biaya tambahan, tetapi bagian dari efisiensi dan investasi masa depan perusahaan,” tambah Andi.

Sementara itu, Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah menjelaskan bahwa program Smart & Green Building dijalankan melalui sinergi PLN Group di mana PLN Icon Plus bersama Dana Pensiun PLN sebagai building management provider dengan skema managed service.

“Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN yang telah beroperasi dengan PLTS Atap dan Energy Management System terintegrasi,” ujar Khairullah.

Pada tahap awal tersebut, PLN menargetkan pemasangan PLTS Atap berkapasitas 1.100 kWp dan 471 unit IoT Smart AC yang terhubung dengan sistem pemantauan energi digital.

Ke depan, PLN telah memetakan sekitar 400 gedung yang layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dikelola perusahaan di seluruh Indonesia.

“Dalam roadmap 2026-2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent,” demikian Khairullah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya