Berita

Logo Kemenhaj. (Foto: RMOL)

Politik

Haji 2026 Momentum Pembuktian Kerja Kemenhaj

SENIN, 11 MEI 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penyelenggaraan haji 2026 menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya penyelenggaraan haji berlangsung di bawah kendali penuh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). 

Anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat, menekankan bahwa sebagai pelaksanaan perdana, Kemenhaj harus membuktikan komitmen pelayanan yang transparan, adil, dan manusiawi.

“Haji 2026 adalah penyelenggaraan perdana Kemenhaj. Kami ingin memastikan bahwa momentum bersejarah ini benar-benar menghadirkan pelayanan terbaik bagi jemaah,” ujar Surahman Hidayat, Senin, 11 Mei 2026.


Surahman menekankan urgensi peningkatan layanan transportasi, akomodasi, dan kesehatan yang sesuai standar. Ia mengatakan bahwa kualitas layanan harus sejalan dengan besarnya tanggung jawab negara dalam melindungi hak ibadah umat.

“Keluhan dari jemaah terkait keterlambatan bus, hotel yang jauh dari Masjidil Haram, hingga kualitas konsumsi yang tidak memadai harus dijawab Kemenhaj dengan langkah nyata yang dirasakan langsung oleh jemaah,” ujar Surahman.

Selain aspek layanan, Surahman mengatakan bahwa cuaca ekstrem di Makkah dan Madinah yang mencapai 40?"44°C menjadi tantangan besar. Jemaah lansia dan kelompok rentan membutuhkan pendampingan khusus agar tetap mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

“Kesehatan jemaah adalah prioritas. Pemerintah wajib memperkuat layanan medis, distribusi air minum, dan fasilitas ramah lansia dan penyandang disabilitas agar ibadah berjalan lancar,” tegas Surahman.

Surahman juga menyoroti manajemen Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang kerap menimbulkan keluhan. Kepadatan saat wukuf dan lempar jumrah, serta keterlambatan distribusi makanan, harus segera diantisipasi dengan pengaturan yang lebih baik.

“Kami tidak ingin jemaah merasa terabaikan di titik-titik krusial ibadah. Pengawasan dan koordinasi lintas pihak mutlak diperlukan,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Digitalisasi layanan melalui aplikasi Kawal Haji 2026 juga menjadi sorotan. Banyak jemaah, khususnya lansia, kesulitan mengakses aplikasi karena minim sosialisasi dan pendampingan. Ia juga menekankan bahwa Kemenhaj harus meningkatkan edukasi dan pendampingan digital sejak tahap pra-keberangkatan sehingga jemaah terbiasa menggunakan aplikasi dan tidak kebingungan saat berada di Tanah Suci.

“Teknologi harus memudahkan, bukan menyulitkan. Kemenhaj perlu memastikan setiap jemaah mendapat pendampingan digital agar hak mereka tidak terabaikan,” kata Surahman.

Surahman menyoroti pula tingginya angka jemaah wafat pada musim haji 2026. Hingga awal Mei, tercatat lebih dari 20 jemaah Indonesia meninggal dunia, mayoritas akibat gangguan jantung dan radang paru-paru.

“Kami sangat prihatin dengan banyaknya jemaah wafat. Negara harus memperkuat layanan kesehatan, menambah tenaga medis, dan memastikan distribusi air serta pendampingan lansia berjalan optimal,” imbuh Surahman.

Surahman menegaskan komitmen Komisi VIII DPR RI untuk terus mengawasi Kemenhaj dalam pelaksanaan haji 2026. Jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun harus merasakan keadilan dan kepastian dalam ibadahnya.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Negara tidak boleh membiarkan keluhan jemaah berulang tanpa perbaikan. Pelaksanaan haji harus menjadi bukti hadirnya negara,” tutup Surahman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya