Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 60 Minutes)

Dunia

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

SENIN, 11 MEI 2026 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa perang dengan Iran masih belum berakhir. Menurutnya, masih banyak langkah yang harus dilakukan untuk menghentikan program nuklir Iran serta membatasi kekuatan militernya.

Dalam wawancara dengan program “60 Minutes” CBS yang ditayangkan Minggu malam, Netanyahu menyebut Iran masih memiliki uranium yang diperkaya, fasilitas nuklir yang belum dibongkar, serta kelompok proksi dan rudal balistik yang terus dikembangkan.

“Masih ada material nuklir dan lokasi pengayaan yang harus dibongkar. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Netanyahu, dikutip Senin, 11 Mei 2026.


Saat ditanya mengenai cara AS dan Israel mengamankan material nuklir Iran, Netanyahu menjawab singkat, “Kalian masuk, lalu mengambilnya keluar.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Di tengah situasi itu, Washington dan Teheran masih berupaya merundingkan kesepakatan damai melalui mediator dari Pakistan. Namun hingga kini, negosiasi belum mencapai titik temu.

Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak tawaran balasan terbaru dari Iran terkait proposal perdamaian AS. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut proposal Iran sama sekali tidak dapat diterima.

Laporan Wall Street Journal menyebut Iran menolak sejumlah tuntutan utama AS terkait program nuklirnya. Teheran disebut meminta agar pembicaraan mengenai nuklir dipisahkan dari kesepakatan damai.

Iran juga mengusulkan sebagian uranium yang diperkaya diencerkan, sementara sisanya dikirim ke negara ketiga. Uranium tersebut nantinya dapat dikembalikan apabila AS keluar dari kesepakatan.

Sebagai bagian dari usulan itu, AS diminta menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai imbalannya, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz untuk jalur perdagangan internasional.

Meski demikian, AS tetap menuntut jaminan bahwa Iran menghentikan program nuklirnya secara menyeluruh. Iran dikabarkan bersedia menghentikan pengayaan uranium, tetapi hanya untuk sementara dan menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya