Berita

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Tabur Bunga di Makam Pendiri NU Mbah Wahab

MINGGU, 10 MEI 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memulai kunjungan kerjanya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu, 10 Mei 2026, dengan berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Almaghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah, sebelum menghadiri Peringatan Haul ke-55  di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. 

Kehadiran Gibran menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa ulama sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan kalangan pesantren, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Setibanya di area makam, Wapres disambut oleh keluarga K.H. Abduh Wahab Chasbullah atau yang akrab dikenal sebagai Mbah Wahab, di antaranya K.H. Hasib Wahab, K.H. Cholid Mas'ud, H. Romahurmuziy, serta H. Syaifuddin.


Gibran kemudian memanjatkan doa untuk mengenang perjuangan dan pengabdian Kiai Wahab bagi umat, bangsa, dan negara, serta melakukan tabur bunga di pusara. Suasana khidmat mewarnai prosesi ziarah yang diikuti para ulama, pengurus pondok pesantren, serta tokoh daerah yang hadir.

Mbah Wahab dikenal sebagai salah satu ulama pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh yang aktif memperjuangkan persatuan umat dan kemerdekaan bangsa. Semasa hidupnya, almarhum juga berperan besar dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan pesantren yang menanamkan nilai-nilai keislaman moderat dan cinta tanah air.

Mbah Wahab lahir di Jombang pada 31 Maret 1888. Ia adalah putra dari pasangan K.H. Hasbullah Said, Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur dengan Nyai Latifah. Mbah Wahab memiliki garis keturunan kepada Raja Brawijaya IV dan Brawijaya V pada jalur yang lain.

Pada tahun 1934 Mbah Wahab menulis lagu Syubbanul Wathan (Ya Lal Wathon) yang menekankan cinta tanah air adalah sebagaian dari iman. Hingga kini, lagu penggelora semangat kebangsaan tersebut banyak dinyanyikan khususnya di kalangan warga Nahdliyyin.

Mbah Wahab wafat di Jombang pada usia 83 tahun atau tepatnya pada 29 Desember 1971. Pada 7 November 2014, Mbah Wahab bersama dengan Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, dan H.R. Muhammad Mangundiprojo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

Turut mendampingi Wapres dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya