Berita

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Popularitas Teddy Picu Spekulasi Peran Besarnya ke Depan

MINGGU, 10 MEI 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengaku kaget melihat popularitas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang kian populer di mata publik, bahkan hingga ke wilayah terluar Indonesia.

Hal ini terlihat saat Teddy mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Pulau Miangas, ketika namanya disambut sorak antusias warga.

"Melihat ia disambut ramai seperti itu, saya kaget juga melihat popularitas Teddy yang menanjak," ujar Hensa, sapaan akrabnya, Minggu, 10 Mei 2026.


Ia menyebut fenomena ini menunjukkan bahwa Teddy tidak lagi sekadar dikenal sebagai orang dekat presiden, melainkan mulai tumbuh sebagai figur publik dengan daya tarik nasional.

“Terlihat dari kunjungan ke pulau terluar Indonesia saja, Teddy Indra Wijaya sekarang mulai dikenal publik bukan sekadar sebagai orang dekatnya pak Prabowo, ia sekarang tumbuh sebagai salah satu figur populer nasional," kata Hensa.

Ia menjelaskan, pengenalan publik terhadap Teddy tidak selalu berkaitan dengan pemahaman terhadap tugas jabatannya, melainkan lebih pada konsistensi kemunculannya di berbagai momen penting.

Menurutnya, jika ditarik ke konteks politik, kondisi Teddy tersebut memiliki nilai strategis tersendiri ke depannya.

“Orang mungkin enggak hafal tugas dia apa, tapi sudah tahu siapa dia, tahu bahwa dia sering muncul di momen yang berat, yang simbolik, yang emosional. Di politik, itu nilainya besar, soalnya kadang yang paling berpengaruh justru bukan yang paling banyak bicara, tapi yang sering hadir," kata Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini juga menyoroti gaya Teddy yang dinilai mampu membaca ritme dalam berinteraksi dengan publik, termasuk kapan perlu turun langsung ke lapangan dan kapan cukup menunjukkan kehadiran secara sederhana.

“Teddy juga kelihatan paham ritme kapan harus turun langsung ke lapangan, kapan cukup berdiri diam mendengarkan, kapan tampil sederhana tapi tetap jadi salah satu pusat perhatian publik," jelasnya.

Hensa menambahkan, kedekatan figur dengan masyarakat sering kali terbentuk dari kesan kehadiran langsung di lapangan, bukan dengan pidato yang panjang.

“Perlu diingat, publik Indonesia mudah dekat dengan figur yang kelihatan ikut capek, datang ke daerah jauh, jalan tanpa protokol berlebihan, ketemu warga tanpa banyak gimmick, di era media sosial ini efektif karena saat ini visual sering lebih kuat daripada penjelasan panjang," kata Hensa.

Meski demikian, ia pun mengingatkan bahwa meningkatnya keterkenalan merupakan fase yang sensitif. Ia berpendapat, eksposur yang konsisten dapat memunculkan pertanyaan publik mengenai arah peran seseorang di masa depan.

“Ketika seseorang belum punya agenda politik apa-apa tapi sudah sangat recognizable, orang akan mulai bertanya sendiri, 'Ini orang sebenarnya sedang dipersiapkan jadi apa?', dan pertanyaan seperti itu biasanya muncul bukan karena pencitraan yang berlebihan, tapi karena eksposurnya konsisten," ujar Hensa.

Ia pun menekankan agar momentum tersebut dijaga secara natural tanpa terkesan berlebihan dalam membangun citra.

“Kalau momentumnya dijaga natural, popularitas seperti ini biasanya malah lebih kuat," pungkas Hensa.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya