Berita

Tugu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Mahasiswa UIN Jakarta:

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

MINGGU, 10 MEI 2026 | 00:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak konstitusional yang tidak boleh tunduk pada kepentingan ekonomi dan komersialisasi.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FDIKOM UIN Jakarta, Muhtadi mengatakan, pendidikan harus menjadi alat perubahan sosial, bukan sekadar instrumen ekonomi.

“Pendidikan yang layak dan berkeadilan harus terus diperjuangkan oleh seluruh elemen kampus,” ujar Muhtadi dalam diskusi publik bertajuk “Pendidikan: Hak Konstitusi atau Komoditas Ekonomi?” yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta di Aula Student Center, Sabtu 9 Mei 2026.


Senada, Guru Besar Ilmu Komunikasi Massa Universitas Budi Luhur, Prof.  Dudi Iskandar menilai, pendidikan semestinya membentuk generasi kritis dan memiliki kesadaran sosial, bukan hanya memenuhi kebutuhan pasar kerja.

“Pendidikan bukan hanya memproduksi manusia yang diarahkan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja,” tegas Dudi.

Sementara itu, peneliti Politika Research & Consulting, Milki Amirus Soleh menyoroti mulai menurunnya daya kritis mahasiswa terhadap persoalan sosial dan kebijakan negara. Menurutnya, Mahasiswa jangan sampai kehilangan nalar kritisnya. 

“Ketika mahasiswa mulai apatis terhadap kebijakan negara, maka ruang demokrasi akan semakin mudah dikendalikan oleh kepentingan elite,” kata Milki.

Diskusi juga menyoroti dampak transformasi kampus menuju sistem Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang dinilai berpotensi mendorong kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan memberatkan mahasiswa.

Melalui forum tersebut, mahasiswa berharap lahir gerakan intelektual yang lebih progresif untuk mengawal kebijakan pendidikan agar tetap inklusif dan berkeadilan sosial.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya