Berita

Politikus PSI Ade Armando. (Foto: RMOLJatim)

Politik

Ade Armando Batalkan Niat Minta Maaf Jika Proses Hukum Tetap Berjalan

SABTU, 09 MEI 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pegiat media sosial, Ade Armando, secara tegas mengisyaratkan pembatalan niatnya untuk meminta maaf kepada Jusuf Kalla (JK). 

Keputusan ini diambil setelah pihak pelapor, yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam, bersikeras melanjutkan proses hukum meskipun Ade sebelumnya sempat membuka ruang untuk berdamai.

Ade menyatakan bahwa niat baiknya untuk meminta maaf menjadi tidak relevan jika proses hukum tetap dipaksakan berjalan.


“Kalau begitu, saya menyatakan tidak akan minta maaf. Karena ujung-ujungnya tetap akan dijalani proses hukumnya,” ujar Ade dalam tayangan iNews TV, baru-baru ini, dikutip Sabtu 9 Mei 2026. 

Meski demikian, Ade mengaku siap menghadapi proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan pernyataannya dalam sebuah podcast yang membahas ceramah JK tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi, memfitnah, ataupun memprovokasi masyarakat.

Menurut Ade, dirinya juga tidak pernah menuduh JK melakukan penodaan agama maupun berupaya mengadu domba umat beragama.

“Saya menuduh Pak JK telah menodai agama Islam? Tidak pernah. Tapi kalau ini mau diperkarakan secara hukum, saya setuju. Saya tidak ada masalah," tegasnya.

Sebelumnya, Ade mengaku akan menunggu panggilan dari kepolisian terkait laporan dugaan ujaran kebencian yang menyeret nama JK.

Ia pun menegaskan siap menjalani proses hukum. Menurutnya, tuduhan yang dialamatkan kepadanya terlalu dipaksakan.

Sebelumnya, Ade sempat menyatakan kesediaan bertemu langsung dengan JK dan meminta maaf kepada umat Islam maupun Kristen apabila pernyataannya di kanal YouTube Cokro TV dianggap menyinggung.

Namun, ia menegaskan tidak pernah berniat melukai perasaan JK maupun kelompok agama tertentu.

“Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya mau. Atau harus minta maaf kepada umat Islam atau umat Kristen, saya bersedia,” kata Ade dalam konferensi pers di Kantor DPP PSI, pada Selasa 5 Mei 2026. 

Diketahui, Ade Armando bersama Grace Natalie dan Permadi Arya dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan dan provokasi atas komentar mereka terhadap potongan ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Laporan tersebut diajukan Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) dan terdaftar dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Selain itu, sebanyak 40 organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama juga melaporkan Ade dan Permadi Arya ke Bareskrim Polri pada Selasa (5/5/2026).

Kasus ini bermula dari beredarnya potongan video ceramah JK di Masjid UGM saat Ramadan 2026 yang kemudian memicu polemik dan saling lapor ke kepolisian.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya