Berita

Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Reuters)

Dunia

Spanyol Evakuasi Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Terpapar Hantavirus

SABTU, 09 MEI 2026 | 07:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Spanyol bersiap mengevakuasi lebih dari 140 penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang diduga terpapar wabah hantavirus. 

Kapal berbendera Belanda tersebut saat ini tengah menuju Pulau Tenerife di Kepulauan Canary, wilayah Spanyol di lepas pantai Afrika Barat.

Dikutip dari 9News, Sabtu 9 Mei 2026, otoritas kesehatan Spanyol menyatakan proses evakuasi akan dilakukan dengan pengamanan ketat guna mencegah kontak dengan masyarakat umum. Para penumpang nantinya dipindahkan ke area isolasi khusus sebelum diterbangkan ke negara masing-masing.


Kepala layanan darurat Spanyol, Virginia Barcones, mengatakan seluruh penumpang akan dibawa ke lokasi yang benar-benar terisolasi dan dijaga ketat setibanya di Tenerife.

Sejauh ini, wabah tersebut dilaporkan telah menewaskan tiga orang. Selain itu, lima penumpang yang sebelumnya turun dari kapal juga dipastikan terinfeksi hantavirus. Meski demikian, operator kapal Oceanwide Expeditions menyebut saat ini tidak ada penumpang maupun awak yang menunjukkan gejala di atas kapal.

Amerika Serikat dan Inggris telah menyiapkan pesawat khusus untuk mengevakuasi warga negaranya. Sebanyak 17 warga AS akan dibawa ke fasilitas karantina di University of Nebraska Medical Center, yang sebelumnya digunakan untuk menangani pasien Ebola dan kasus awal Covid-19.

“Kami siap menghadapi situasi seperti ini,” ujar CEO Nebraska Medicine, Dr Michael Ash.

Meski memicu kekhawatiran internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penularan kepada masyarakat umum masih rendah. Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menegaskan kasus ini berbeda dengan pandemi Covid-19.

“Risikonya tetap sangat rendah. Ini bukan Covid baru,” kata Lindmeier.

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan tidak mudah menular antar manusia. Namun, jenis virus Andes yang ditemukan dalam wabah di kapal tersebut diketahui dalam kasus langka dapat menular antar manusia.

Gejala infeksi biasanya muncul dalam waktu satu hingga delapan minggu setelah paparan.

Saat ini, otoritas kesehatan di berbagai negara tengah melakukan pelacakan kontak terhadap para penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi. Lebih dari dua lusin penumpang dari sedikitnya 12 negara diketahui meninggalkan kapal tanpa pemeriksaan pelacakan kontak pada 24 April lalu.

Kasus ini juga memicu kewaspadaan di sejumlah negara. Seorang pramugari maskapai KLM yang sempat satu penerbangan dengan penumpang terinfeksi dinyatakan negatif setelah menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit Amsterdam.

Di Inggris, seorang warga negara yang berada di Pulau Tristan da Cunha diduga terinfeksi virus tersebut. Dua warga Inggris lainnya yang sebelumnya berada di kapal juga telah dipastikan positif dan kini dirawat di Belanda serta Afrika Selatan.

Sementara di Spanyol, seorang perempuan di Alicante sedang menjalani pemeriksaan setelah mengalami gejala yang mengarah pada hantavirus usai berada dalam penerbangan yang sama dengan salah satu korban meninggal.

Pemerintah Spanyol menegaskan proses pemindahan penumpang dari kapal akan dilakukan secara bertahap menggunakan kapal kecil menuju bus khusus dengan pengawalan ketat. Area bandara yang dilalui para penumpang juga akan ditutup sementara guna mencegah interaksi dengan publik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya