Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, 8 Mei 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Gus Ipul ke KPK, Minta Pengadaan Barang dan Jasa di Kemensos Diawasi Ketat

JUMAT, 08 MEI 2026 | 10:27 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, 8 Mei 2026. 

Kedatangannya bersama jajaran lengkap Kementerian Sosial disebut untuk meminta masukan dan pengawasan terkait pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tahun 2026.

“Saya memang meminta waktu untuk bisa melakukan silaturahmi, konsultasi, meminta nasehat dan sekaligus menyampaikan perkembangan-perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial,” kata Gus Ipul.


Ia datang bersama Wakil Menteri Sosial, Sekretaris Jenderal, para Direktur Jenderal hingga kepala biro dan direktur yang memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Menurut Gus Ipul, langkah tersebut dilakukan karena Kemensos tengah memulai proses pengadaan tahun 2026, termasuk untuk program strategis Presiden Prabowo Subianto.

“Kita ingin program strategis Bapak Presiden, khususnya penyelenggaraan sekolah rakyat tidak dikotori oleh praktek-praktek korupsi,” tegasnya.

Gus Ipul menambahkan, pihaknya sengaja membuka ruang pengawasan seluas-luasnya kepada lembaga negara maupun publik agar proses pengadaan berjalan transparan dan akuntabel.

“Oleh karena itu, kami sejak awal sudah menyatakan terbuka dan menyampaikan segala hal yang telah kami lakukan kepada publik maupun kepada lembaga-lembaga pemeriksa seperti BPK atau BPKP dan juga lembaga-lembaga non-pemerintah untuk bisa ikut mengawasi,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya