Berita

Azzam Hayya (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube News X)

Dunia

Putra Kepala Negosiator Hamas Tewas Dibom Israel

JUMAT, 08 MEI 2026 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Putra pemimpin Hamas sekaligus kepala negosiator dalam pembicaraan damai Gaza, Khalil Al-Hayya, tewas akibat serangan udara terbaru Israel di Gaza. 

Insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi yang dimediasi Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Dikutip dari Reuters, Jumat 8 Mei 2026, pejabat Hamas dan otoritas kesehatan Gaza mengatakan Azzam Al-Hayya meninggal pada Kamis akibat luka-luka yang dideritanya setelah serangan Israel pada Rabu malam. Ia menjadi putra keempat Khalil Al-Hayya yang tewas dalam serangan Israel selama konflik berlangsung.


Serangan tersebut terjadi ketika para pemimpin Hamas sedang menggelar pembicaraan di Kairo bersama mediator regional dan utusan “Board of Peace” terkait kelanjutan rencana perdamaian Gaza yang didukung Presiden AS Donald Trump.

Militer Israel belum memberikan komentar langsung mengenai kematian Azzam Al-Hayya. Namun Israel mengaku telah menyerang pusat komando Hamas di Gaza utara dan menewaskan sejumlah militan yang disebut tengah mempersiapkan serangan terhadap pasukan serta warga sipil Israel.

Pada hari yang sama, pejabat kesehatan Gaza juga melaporkan sedikitnya tiga anggota polisi yang dikelola Hamas tewas akibat serangan udara Israel di Gaza barat. Beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.

Khalil Al-Hayya menuding Israel berusaha menggagalkan proses mediasi dan tidak serius menjalankan kesepakatan gencatan senjata.

“Serangan dan pelanggaran Zionis ini dengan jelas menunjukkan bahwa pendudukan tidak ingin mematuhi gencatan senjata maupun tahap pertama kesepakatan," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut pembunuhan putra pemimpin Hamas itu sebagai upaya Israel untuk menekan delegasi Hamas agar memberikan konsesi politik dalam negosiasi.

Pembicaraan damai sendiri masih menghadapi hambatan besar, terutama terkait tuntutan pelucutan senjata Hamas. Hamas menolak memasuki pembahasan tahap kedua sebelum Israel menghentikan seluruh serangan di Gaza sesuai kesepakatan awal.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya