Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Said Didu Khawatir MBG dan Sekolah Rakyat Ditunggangi untuk Menjatuhkan Prabowo

KAMIS, 07 MEI 2026 | 18:51 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program-program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai rentan ditunggangi pihak tertentu untuk menggoyang bahkan menjatuhkan posisi kepala negara.

Peringatan itu disampaikan aktivis Said Didu dalam diskusi publik bertajuk Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis? di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Said Didu, terdapat lima program strategis pemerintahan Prabowo yang paling rawan dimainkan menjadi isu politik. Program tersebut yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, hilirisasi, dan penertiban kawasan hutan.


“Nah, program MBG ini kan, saya bilang ada lima program Prabowo yang sangat bahaya ditunggangi untuk menjatuhkan dia,” kata Said Didu.

Ia menilai program-program tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi lantaran melibatkan anggaran besar serta pelaksanaan masif di lapangan. Menurutnya, celah kecil dalam implementasi dapat dengan mudah dipakai untuk menyerang pemerintahan.

“Kalau dipegang oleh orang yang salah, maka Prabowo jatuh. Dijatuhkan oleh mereka,” ujarnya.

Said Didu secara khusus menyoroti program MBG yang disebut paling rentan memunculkan persoalan. Program berskala nasional itu dinilai sulit sepenuhnya steril dari potensi pelanggaran.

“Pelaksanaan kelima program itu, terutama MBG sangat susah dilindungi agar tidak terjadi pelanggaran,” katanya.

Ia menduga ada kelompok tertentu yang justru menunggu kegagalan program-program tersebut untuk dijadikan pintu masuk menyerang Prabowo secara politik.

Menurut Said Didu, ancaman itu bukan hanya datang dari luar pemerintahan, tetapi juga bisa berasal dari internal yang masih memiliki kepentingan dengan oligarki maupun kekuatan politik lama.

Karena itu, ia mengingatkan publik agar tidak mudah terbawa isu yang bisa saja sengaja digoreng untuk memperlemah pemerintahan.

“Hati-hati dengan gorengan. Karena mungkin kita sedang ditunggangi,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya