Berita

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menlu China Wang Yi bertemu di Beijing pada Rabu, 6 Mei 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DRM)

Dunia

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

KAMIS, 07 MEI 2026 | 12:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah masih bergejolaknya situasi di Selat Hormuz, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di Beijing pada Rabu, 6 Mei 2026, waktu Beijing.

Dalam pertemuan tersebut, China menegaskan komitmennya untuk membantu meredakan konflik dan mendorong dimulainya kembali jalur diplomasi di Timur Tengah.

Wang mengatakan situasi saat ini sudah berada di titik kritis terkait masa depan konflik. China, kata dia, mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, sekaligus menghargai langkah Teheran yang masih membuka ruang penyelesaian melalui diplomasi.


“Komunitas internasional memiliki kepentingan bersama untuk memulihkan jalur normal dan aman di Selat Hormuz,” kata Wang, sambil mendesak semua pihak segera merespons seruan dunia untuk meredakan situasi, dikutip dari Global Times, Kamis 7 Mei 2026.

Dalam pembicaraan itu, Wang juga menegaskan bahwa China menghargai komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, namun tetap mengakui hak Iran menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai. Ia juga mendorong negara-negara Teluk dan Timur Tengah membangun dialog serta menciptakan arsitektur keamanan regional yang lebih stabil.

Sementara itu, Araghchi menjelaskan perkembangan terbaru negosiasi Iran dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan Iran akan tetap mempertahankan kedaulatan dan martabat nasionalnya, tetapi tetap membuka jalan menuju solusi permanen melalui negosiasi damai.

Iran juga menyampaikan harapan agar Tiongkok terus memainkan peran aktif dalam mendorong perdamaian dan mengakhiri permusuhan di kawasan.

Kunjungan Araghchi ke Beijing menjadi yang pertama sejak konflik memanas pada akhir Februari, setelah sebelumnya ia melakukan lawatan ke Rusia, Oman, dan Pakistan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya