Berita

Cinema XXI. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

KAMIS, 07 MEI 2026 | 12:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Industri film dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru atau new source of growth bagi Jakarta maupun Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, potensi tersebut muncul seiring perkembangan ekonomi kreatif dan ekonomi digital yang terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang kini mendominasi populasi DKI Jakarta.

Perkembangan platform over the top (OTT) dan konsumsi konten digital juga menjadi peluang besar bagi industri perfilman. Menurutnya, pola menonton masyarakat kini berubah karena generasi muda lebih banyak mengakses film melalui telepon genggam dan platform digital.


“Secara demografi, di DKI Jakarta majority populasinya dihuni oleh anak-anak muda, lebih dari 50 persen. Ke depan itu akan selalu berkembang. Anak-anak muda sekarang nontonnya dari hape semua, short movies semakin berkembang. Dan itu bisa dimonetisasi, menghasilkan uang. Jadi merupakan peluang industri tersendiri yang bisa menyerap sedikit banyak tenaga kerja,” jelas Iwan, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, industri film memiliki multiplier effect yang luas karena mampu menciptakan lapangan kerja di banyak sektor. Tidak hanya melibatkan sineas dan aktor, tetapi juga penulis, editor, kameramen, kru produksi, vendor, hingga sektor pendukung lainnya yang ikut bergerak bersama pertumbuhan industri tersebut.

“Industri film itu banyak memberikan kesempatan lapangan pekerjaan. Mulai dari sineas, penulis, kameramen, kru, sampai supporting system-nya luar biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potensi tersebut berawal dari kajian akademik yang dilakukan Bank Indonesia DKI Jakarta melalui forum Jakarta Economic Forum tahun lalu. Forum tersebut mempertemukan akademisi, pelaku industri, media, dan generasi muda untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan terkait sektor ekonomi potensial bagi Jakarta.

“Kami menemukan bahwa endogenous growth yang sangat potensial itu salah satunya ekonomi kreatif. Dan salah satu cabang yang sangat menjanjikan adalah industri perfilman,” katanya.

Menurutnya, industri film juga memiliki karakter yang resilien karena berbasis kreativitas dan tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas. Selain itu, perkembangan platform digital membuat industri perfilman memiliki skalabilitas tinggi dan mampu menjangkau pasar global.

Iwan menyebut, perkembangan industri film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Produksi film domestik meningkat, pangsa pasar film nasional terus bertumbuh, dan konten lokal Indonesia semakin diminati di platform global.

“Produksi anak bangsa itu luar biasa membawa citra positif Indonesia di mata dunia. Jadi ini sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri perfilman karena didukung kekayaan budaya, sejarah, serta lokasi alam yang beragam. Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat industri kreatif nasional.

“Kita punya sejarah yang luar biasa, budaya yang luar biasa, tempat-tempat yang indah,” tuturnya.

Iwan menambahkan, kolaborasi antara Bank Indonesia DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini terus diperkuat untuk mengakselerasi perkembangan industri film sebagai bagian dari visi Jakarta sebagai kota sinema dunia. Gagasan tersebut juga mendapat dukungan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang dinilai memiliki pengalaman panjang di dunia perfilman.

“Kalau Pemprov DKI Jakarta sudah setuju maka kolaborasi kita itu luar biasa untuk menggerakkan industri film ini,” tandasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya