Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dolar AS Tertekan, Harapan De-eskalasi Iran Paksa DXY Parkir di Zona Merah

KAMIS, 07 MEI 2026 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar uang New York melemah terhadap mayoritas mata uang utama, pada penutupan perdagangan Rabu 6 Mei 2026. 

Melemahnya greenback dipicu oleh laporan kemajuan negosiasi antara Washington dan Teheran yang mendekati kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Indeks DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, merosot 0,3 persen ke level 97,993. Pada sesi yang sama, indeks bahkan sempat menyentuh 97,623, yang merupakan level terendah sejak sebelum eskalasi konflik pecah pada akhir Februari lalu. 


Analis menilai munculnya pola pikir "buy risk first" di kalangan investor membuat posisi Dolar AS sebagai aset safe haven ditinggalkan. Aliran modal beralih ke mata uang berbasis risiko dan komoditas seiring harapan de-eskalasi di kawasan Teluk.

Pelemahan Dolar terlihat kontras terhadap beberapa mata uang rival

Euro dan Poundsterling menguat masing-masing 0,5 persen dan 0,4 persen terhadap Dolar AS.

Dolar Australia melesat 0,8 persen ke level tertinggi dalam empat tahun, didukung oleh kebijakan kenaikan suku bunga domestik.

Yen Jepang juga menguat. Dolar AS anjlok hingga 1 persen terhadap Yen ke level 156,385. Pergerakan tajam ini memicu spekulasi kuat adanya "tangan tersembunyi" atau intervensi langsung dari otoritas Tokyo untuk menekan penguatan Dolar.

Meski sedang tertekan sentimen geopolitik, ruang penurunan dolar diperkirakan masih terbatas. Data tenaga kerja sektor swasta AS (ADP) yang tetap solid di bulan April memberikan sinyal bahwa ekonomi Amerika masih cukup tangguh. 

Kini, fokus pasar tertuju pada data resmi ketenagakerjaan AS akhir pekan ini. Hasil data tersebut akan menjadi penentu apakah Federal Reserve memiliki alasan kuat untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi, yang berpotensi kembali menyokong kekuatan Dolar AS dalam jangka menengah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya