Berita

Menteri PU Dody Hanggodo. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

RABU, 06 MEI 2026 | 16:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka suara soal  purnawirawan TNI yang dilantik menjadi Dirjen Sumber Daya Air (SDA) yang viral di media sosial.

Menurutnya, penunjukan pejabat eselon I merupakan kewenangan penuh Presiden Prabowo Subianto.

Ia meyakini presiden akan memilih sosok profesional untuk mendukung program pemerintah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti sekolah rakyat dan program lainnya.


“Jangan begitu lah. Sekali lagi saya katakan, eselon satu itu adalah diskresi kewenangan presiden. Dan saya yakin beliau akan memilih Putra-Putri Indonesia yang profesional untuk men-support saya, utamanya di urusan yang krusial,” jelas Dody kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Sebelumnya, Dody diketahui resmi melantik Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU pada Jumat 1 Mei 2026.

Hal tersebut menyusul terbitnya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 39/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkup Kementerian Pekerjaan Umum. 

Arnold termasuk dalam tujuh pejabat yang dilantik terdiri atas Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, serta Staf Ahli Menteri.

Lebih lanjut, terkait posisi yang masih kosong, Dody mengatakan saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt) sembari menunggu keputusan presiden.

“Ya memang hari ini belum ada, makanya kemudian ada PLT-nya. Karena hari ini pak presiden belum putuskan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya sektor sumber daya air dalam mendukung swasembada pangan.

“Sumber daya air itu kan, masalahnya kan, swasembada pangan gitu. Jadi kalau saya menganggapnya biasa aja, yang membantu saya itu adalah profesional. Saya nggak terlalu peduli latar pendidikannya,” pungkasnya.


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya