Berita

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Gus Ipul Tegas Bantah Mark Up Sepatu Sekolah Rakyat: Siap Diaudit

RABU, 06 MEI 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Polemik pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat terus bergulir setelah muncul tudingan adanya dugaan mark up anggaran. Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah keras adanya penyimpangan dalam proses pengadaan.

Ia menegaskan bahwa foto dirinya yang viral bersama sepatu siswa tidak berkaitan dengan pengadaan Kementerian Sosial. Menurutnya, sepatu dalam foto tersebut merupakan bantuan pribadi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur.

“Beda sekali ini. Itu bantuan dari Bu Khofifah, bukan sepatu pengadaan Kemensos,” ujar Gus Ipul kepda media di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026. 


Gus Ipul kemudian memaparkan secara rinci mekanisme pengadaan sepatu yang dipersoalkan publik. Ia menjelaskan, seluruh proses dilakukan melalui tahapan resmi, mulai dari penyusunan pagu anggaran, penentuan harga perkiraan sendiri (HPS), hingga tender terbuka yang dapat diakses publik.

Penetapan anggaran, lanjutnya, dilakukan melalui survei pasar dan pembandingan harga dari berbagai lembaga pendidikan serta katalog elektronik pemerintah. Setelah itu, disusun HPS sebagai alat kontrol kewajaran harga sebelum memasuki tahap lelang.

“Lelang itu terbuka, bisa diikuti siapa pun dan bisa dilihat langsung prosesnya,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa proses pengadaan diawasi secara berlapis. Selain melibatkan Inspektorat Jenderal Kemensos, pengadaan turut didampingi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kepolisian, kejaksaan, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Menurut Gus Ipul, nilai akhir pengadaan sepatu bahkan berada di bawah pagu anggaran yang telah disiapkan pemerintah. Ia menyebut harga pemenang tender berada di kisaran Rp576 ribu sebelum pajak, dan sekitar Rp640 ribu setelah pajak.

“Kalau ada pelanggaran, kami justru pihak pertama yang akan melaporkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kementerian Sosial terbuka terhadap audit maupun pemeriksaan dari lembaga eksternal, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Silakan diaudit. Kami setiap tahun diperiksa BPK, BPKP, dan tentu diawasi masyarakat,” ujarnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya