Berita

Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek Berubah Nama Jadi KA Anggrek (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

KA Argo Bromo Anggrek Berubah Nama Jadi KA Anggrek Mulai 9 Mei 2026

SELASA, 05 MEI 2026 | 19:11 WIB | OLEH: TIFANI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengubah nama kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui Instagram resmi PT KAI.

"Bukan sekadar perubahan nama, tapi juga wujud komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam setiap perjalananmu," tulis akun Instagram @kai121_.

KAI menyebut pergantian nama ini mengusung tema 'Nama Baru, Semangat Baru'. Perseroan menegaskan perubahan dari Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek disebut sebagai bentuk penyederhanaan nama yang tetap mempertahankan jejak layanan lama yang telah melekat di masyarakat.


KAI mengaitkan nama Anggrek dengan simbol keteguhan, adaptasi, dan ketenangan. Perusahaan menyebut identitas baru ini diharapkan membawa citra perjalanan yang tetap elegan namun lebih sederhana diingat oleh pelanggan.

Meski nama berubah, KAI memastikan tak ada perubahan terhadap hak penumpang yang telah membeli tiket dengan nama KA Argo Bromo Anggrek. Tiket yang sudah terbit tetap berlaku dan dapat digunakan pada perjalanan KA Anggrek sesuai jadwal serta kelas pelayanan yang sebelumnya dipilih.

Pengumuman pergantian nama ini muncul di tengah sorotan publik terhadap rangkaian KA Argo Bromo Anggrek setelah dalam beberapa hari terakhir kereta tersebut terlibat dalam dua insiden berbeda.

Pergantian nama ini menjadi yang pertama kalinya sejak KA Anggrek Bromo mulai beroperasi tahun 1997. Transformasi ini pun menjadi awal baru bagi kereta api legendaris ini.

Argo Bromo Anggrek merupakan simbol kemewahan dan kecepatan di jalur utara Pulau Jawa. Bahkan, kereta ini disebut sebagai "Raja Jalur Utara" karena kecepatannya dan fasilitasnya yang mewah.

Mengutip dari laman PT Inka, nama "Argo Bromo" diambil dari Gunung Bromo yang ikonik di Jawa Timur. Sementara itu, nama "Anggrek" diambil dari bunga Anggrek yang melambangkan keindahan dan keanggunan.

Sejak awal kemunculannya, kereta ini memang diposisikan sebagai layanan kelas eksekutif tertinggi. Bahkan, kereta ini identik dengan desain eksterior yang elegan dan waktu tempuh yang sangat kompetitif dibandingkan transportasi darat lainnya.

KA Argo Bromo Anggrek menempati kasta tertinggi sebagai kereta kelas satu. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan nomor perjalanan 1 hingga 4 dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).

KA Argo Bromo Anggrek pertama kali diresmikan pada 24 September 1997. Jejaknya tercatat saat Presiden Soeharto meresmikan JS950 Argo Bromo bertepatan dengan Hari Teknologi Nasional pada 31 Juli 1995.

Nama "JS950" memiliki filosofi mendalam yakni Jakarta-Surabaya dalam 9 jam. Kemudian kereta ini diluncurkan pada peringatan 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Evolusi berlanjut pada 24 September 1997 dengan peluncuran varian "Anggrek". Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan teknologi bogie K9 (CL243 bolsterless) hasil kolaborasi dengan Alstom.

Teknologi suspensi udara ini memungkinkan kereta melaju stabil hingga kecepatan 120 km/jam dengan guncangan yang sangat minim. Fitur ini memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang jarak jauh.


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya