Berita

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Komdigi Dianggap Tidak Becus Urus Konten Hoax Hingga Judol

SELASA, 05 MEI 2026 | 18:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Partai Ummat merasa heran dengan kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang cepat bereaksi ketika melakukan take down konten YouTube Amien Rais Official tentang Seskab Teddy Indra Wijaya. 

Hanya dalam hitungan jam, konten tersebut sudah dibatasi dan tidak bisa diputar di wilayah Indonesia. 

Menurut Sekjen Partai Ummat Taufik Hidayat, tindakan Komdigi tidak konsisten bila terkait konten hoax yang bertebaran di platform media sosial.


“Misalnya ya, itu kata Pak Qodari Kepala Bakom RI, sumber kutipan Pak Amien Rais dari konten hoax, tapi sampai sekarang konten di YouTube berjudul “Lagu Mengapa Harus Teddy” dari kanal Musik Liar Indonesia, hingga hari ini masih saja tayang,” ungkap Taufik dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Lanjut dia, kalau Komdigi konsisten agar masyarakat tak termakan hoax, seharusnya sejak kanal itu langsung di-takedown. 

“Tapi kenyataannya, Pak Amien Rais dan 200 ribuan masyarakat lainnya sudah menonton. Jadi gimana ya, saya bilang nggak becus mungkin ya, banyak sekali konten-konten hoax bertebaran di medsos, tapi kok nggak gercep, giliran konten Pak Amien Rais yang jelas jelas menyuarakan kegelisahan publik atas rumor yang beredar langsung tuntas hari itu juga dan dituduh hoax,” bebernya.

Taufik berharap Komdigi harus banyak berbenah dengan anggaran yang besar dan peralatan canggih yang ada. 

Ia mendorong konten-konten hoax dan yang merusak seperti judol, pornografi, terorisme, kekerasan, penipuan dan lainnya seharusnya sudah dibersihkan. 

“Kalau kita mau jujur, kan banyak masyarakat tertipu itu dengan berbagai modus penipuan di media sosial hingga mereka raib duitnya. Belum lagi konten konten yang merusak mental anak bangsa kita. Seharusnya Komdigi fokus di situ, jangan sampai jadi alat kekuasaan,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya