Berita

Pimpinan Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Novita Wijayanti saat meninjau Gudang Bulog Gumilir, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Politik

Beras Surplus, Fraksi Gerindra Ingatkan Harga Gabah Tak Boleh Berkurang

SELASA, 05 MEI 2026 | 18:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di tengah kabar baik surplus produksi beras, pemerintah harus memastikan harga beli gabah dari petani tetap sesuai acuan di angka Rp6.500 per kilogram.

Begitu dikatakan Pimpinan Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Novita Wijayanti saat meninjau Gudang Bulog Gumilir, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Novita menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. 


Menurutnya, surplus pangan sudah mulai tercapai seiring meningkatnya serapan gabah petani dan pengelolaan stok yang semakin baik.

“Kondisi surplus sudah tercapai. Ini menjadi bukti bahwa langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berjalan dengan baik dan harus terus dipertahankan,” ujar Novita dalam keterangan tertulis, Selasa 5 Mei 2026.

Pada kesempatan itu, Novita juga berdialog langsung dengan jajaran pihak bulog yaitu Kepala Bulog cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, untuk memastikan seluruh proses penyimpanan dan distribusi pangan berjalan optimal.

Ia menekankan pentingnya penyerapan gabah petani dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram. 

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bentuk keberpihakan negara kepada petani agar tetap memperoleh keuntungan yang layak.

“Kami memastikan gabah petani dibeli sesuai harga Rp6.500. Setelah itu disimpan di gudang dalam kondisi aman, dilakukan maintenance secara berkala agar kualitas tetap terjaga, tidak rusak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya