Berita

Kapal pesiar MV Hondius (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DW)

Dunia

Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius akan Dievakuasi Usai Teror Virus Mematikan

SELASA, 05 MEI 2026 | 09:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Upaya evakuasi tengah disiapkan setelah dugaan wabah hantavirus terjadi di kapal pesiar mewah MV Hondius yang terjebak di perairan lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat. 

Dikutip dari Reuters, Selasa 5 Mei 2026, sekitar 150 orang masih berada di atas kapal, sementara tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya jatuh sakit. Korban meninggal terdiri dari pasangan warga Belanda dan seorang warga Jerman. Sementara itu, seorang warga Inggris yang sempat turun dari kapal kini sedang menjalani perawatan di Afrika Selatan.

Otoritas kesehatan Belanda, termasuk Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM), mengonfirmasi bahwa setidaknya satu pasien positif terinfeksi hantavirus. Namun, penyebab pasti kematian korban lainnya masih belum dapat dipastikan, karena belum jelas apakah seluruh kasus terkait langsung dengan virus tersebut.


Hantavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan serius dan berpotensi fatal. Penularannya umumnya terjadi melalui partikel dari urin atau kotoran hewan pengerat yang terhirup di udara. Meski demikian, virus ini jarang menular antar manusia.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat luas tergolong rendah, sehingga tidak perlu ada kepanikan atau pembatasan perjalanan. Meski begitu, pemerintah Tanjung Verde tetap melarang kapal tersebut untuk berlabuh sebagai langkah pencegahan.

WHO juga melaporkan terdapat tujuh kasus hantavirus di kapal tersebut, terdiri dari dua kasus yang telah dikonfirmasi melalui laboratorium dan lima kasus yang masih diduga.

Di tengah situasi penuh ketidakpastian, suasana di dalam kapal dilaporkan mencekam. Seorang blogger perjalanan asal Amerika Serikat (AS) , Jake Rosmarin, menyampaikan kondisi tersebut melalui video dengan nada emosional.

“Kami bukan sekadar berita utama: kami adalah manusia dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah… Ada banyak ketidakpastian dan itulah bagian tersulitnya," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh penumpang diminta tetap berada di dalam kabin masing-masing untuk meminimalkan potensi penyebaran virus. Masa inkubasi hantavirus yang bisa berlangsung hingga beberapa minggu membuat sebagian orang mungkin belum menunjukkan gejala.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, saat ini berupaya mengatur evakuasi bagi kru yang menunjukkan gejala serta pemulangan jenazah korban. Mereka juga tengah menjajaki kemungkinan penumpang dapat diturunkan di Kepulauan Canary, seperti Las Palmas atau Tenerife, meskipun hingga kini belum ada persetujuan resmi dari otoritas setempat.

Sumber wabah masih belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan paparan dari hewan pengerat di kapal, atau infeksi yang terjadi saat kapal singgah di wilayah Amerika Selatan sebelumnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya