Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Geliat Impor Indonesia: Mesin Industri Melaju, Barang Konsumsi Mengerem

SELASA, 05 MEI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa aktivitas impor Indonesia masih berada dalam zona hijau pada Maret 2026. 

Total nilai impor nasional menyentuh angka 19,21 miliar Dolar AS, yang berarti tumbuh sebesar 1,51 persen (yoy) jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. 

Kendati demikian, angka ini sebenarnya mencerminkan perlambatan yang cukup signifikan apabila kita menoleh ke belakang pada lonjakan tajam sebesar 10,85 persen di bulan Februari. Tren ini pun tercatat sebagai laju pertumbuhan impor paling moderat sejak November tahun sebelumnya.


Sektor nonmigas menjadi motor penggerak utama dengan nilai mencapai 16,04 miliar Dolar AS atau naik 1,54 persen. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan terhadap mesin serta peralatan mekanik dan kelistrikan. 

Di sisi lain, sektor migas berhasil bangkit dari keterpurukan di Februari lalu, dengan mencatatkan pertumbuhan 1,34 persen menjadi 3,17 miliar Dolar AS, berkat peningkatan aktivitas impor minyak mentah dan produk olahannya.

Ateng Hartono, selaku Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, mengatakan, kondisi Maret 2026 diwarnai oleh penurunan impor barang konsumsi tahunan yang merosot hingga 10,81 persen (yoy). 

"Sedangkan impor bahan baku/penolong sebagai pendorong utama naik 2,15 persen dengan andil 1,53 persen. Nilai impor barang modal naik 4,98 persen," ungkapnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 4 Mei 2026. 

Dinamika asal barang impor juga menunjukkan pergeseran peta kemitraan yang sangat menarik. 

Impor nonmigas dari Amerika Serikat melonjak drastis hampir mencapai 17 persen diikuti oleh negara-negara di Uni Eropa yang tumbuh mendekati 10 persen. Fenomena ini berbanding terbalik dengan arus barang dari Jepang dan negara-negara ASEAN yang justru mengalami kontraksi cukup dalam. 

Secara keseluruhan, total belanja impor Indonesia sepanjang kuartal pertama tahun ini telah menembus angka 61,30 miliar Dolar AS. 

Data ini memberikan sinyal kuat bahwa sektor manufaktur Indonesia sedang berupaya meningkatkan kapasitas produksinya melalui pengadaan mesin dan bahan baku industri. 

Penurunan pada sektor barang konsumsi pun bisa menjadi indikasi positif bahwa pasar domestik mulai lebih mandiri atau sedang melakukan penyesuaian strategi belanja. 

Dengan beralihnya sumber impor ke wilayah Amerika dan Eropa, terlihat jelas adanya langkah diversifikasi rantai pasok global yang dilakukan oleh para pelaku usaha nasional guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah situasi dunia yang dinamis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya