Berita

Suasana sekitar Gedung Putih usai terjadi baku tembak yang melibatkan Secret Service pada Senin, 4 Mei 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Fox News)

Dunia

Baku Tembak di Jantung Kekuasaan AS, Area Gedung Putih Sempat Lockdown

SELASA, 05 MEI 2026 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gedung Putih di Washington, D.C. mendadak mencekam pada Senin sore, 4 Mei 2026. Suara tembakan memecah ketenangan di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling aman di Amerika Serikat. 

Dalam sekejap, aparat Secret Service bergerak cepat, memberlakukan penguncian (lockdown) dan menutup akses di sekitar kompleks kepresidenan.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 waktu setempat di persimpangan 15th Street dan Independence Avenue. Petugas yang tengah berpatroli mencurigai seorang pria yang diduga membawa senjata api. Di kawasan dengan lapisan keamanan berlapis seperti Gedung Putih, setiap gerak-gerik yang tak biasa langsung dianggap sebagai potensi ancaman serius.


Ketegangan meningkat saat petugas mencoba mendekati pria tersebut. Situasi dengan cepat berubah menjadi konfrontasi terbuka, hingga akhirnya pecah baku tembak antara tersangka dan aparat. Suara tembakan memecah suasana, memicu kepanikan sesaat di area yang biasanya dijaga ketat dan relatif steril dari gangguan.

Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, menjelaskan bahwa aparat terpaksa membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan pelaku. Tersangka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan senjata api yang diduga digunakan oleh pelaku.

Insiden ini terjadi hanya beberapa saat sebelum iring-iringan kendaraan Wakil Presiden JD Vance melintasi area tersebut. Meski demikian, pihak Secret Service menegaskan tidak ada indikasi bahwa konvoi tersebut menjadi target serangan.

Di tengah kekacauan singkat itu, seorang saksi mata yang masih di bawah umur sempat tertabrak oleh tersangka saat berusaha melarikan diri. Beruntung, korban dilaporkan tidak mengalami luka serius yang mengancam jiwa.

Penyelidikan kini masih berlangsung untuk mengungkap motif di balik aksi tersebut, termasuk kemungkinan adanya kaitan dengan ancaman terhadap Presiden Donald Trump. “Apakah ini ditujukan kepada presiden atau tidak, kami belum dapat memastikan. Namun, itu akan menjadi bagian dari penyelidikan kami,” ujar Quinn.

Kasus ini kini ditangani oleh kepolisian Metropolitan Police Department of the District of Columbia, dengan dukungan penuh dari Secret Service. 

Insiden ini juga terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan aparat keamanan ibu kota AS, menyusul peristiwa penembakan lain yang belum lama terjadi dalam rangkaian acara Asosiasi Koresponden Gedung Putih.

Meski situasi telah berhasil dikendalikan, peristiwa ini kembali menegaskan bahwa bahkan kawasan dengan sistem keamanan paling ketat sekalipun tidak sepenuhnya kebal dari ancaman mendadak.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya