Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)re

Bisnis

STOXX 600 Anjlok, Penurunan Harian Terbesar dalam 30 Hari Terakhir

SELASA, 05 MEI 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin 4 Mei 2026 waktu setempat, dengan indeks pan-Eropa STOXX 600 mencatatkan penurunan harian terdalam dalam sebulan terakhir.  

Reuter melaporkan, STOXX 600 ditutup melorot 0,99 persen atau 6,04 poin menjadi 605,51. Melemahnya pasar didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi minyak global di Selat Hormuz, sehingga memicu lonjakan harga energi. 

Kondisi ini membuat para pelaku pasar semakin waspada terhadap ancaman inflasi, yang memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga setidaknya tiga kali sepanjang tahun ini.


Pelemahan terjadi secara merata di berbagai bursa utama Kawasan. Di Jerman, indeks DAX merosot 1,24 persen atau 301,11 poin ke posisi 23.991,27. Di Prancis, CAC juga anjlok 1,71 persen atau 138,72 poin menjadi 7.976,12, sementara pasar keuangan Inggris ditutup untuk hari libur nasional.

Sektor perbankan zona Euro menjadi kelompok yang paling terdampak dengan koreksi yang sangat tajam, sementara sektor otomotif ikut terpuruk menyusul ancaman kenaikan tarif impor dari Amerika Serikat.

Kerentanan ekonomi Eropa terhadap fluktuasi harga komoditas membuat kinerjanya tertinggal dibandingkan bursa global lainnya yang masih mendapatkan sentimen positif dari sektor teknologi.

Di tengah situasi pasar yang memerah, pergerakan saham individu memberikan dinamika yang kontras. 

Saham perusahaan material asal Belgia, Umicore, berhasil melonjak pesat setelah menaikkan proyeksi keuntungan tahunannya, memberikan sedikit angin segar di tengah muramnya data manufaktur Jerman. 

Sebaliknya, saham raksasa industri Thyssenkrupp melemah 1,8 persen akibat mandeknya kesepakatan bisnis strategis, sementara perusahaan amunisi CSG anjlok drastis sebesar 13,1 persen setelah menjadi target posisi jual dari investor institusional. 

Secara keseluruhan, pasar Eropa tetap berada dalam posisi defensif karena ketergantungan yang tinggi pada pasokan energi internasional.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya