Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Manufaktur Indonesia Terperosok ke Zona Merah: Terendah Sejak Juni 2025

SENIN, 04 MEI 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Awan mendung menggelayuti sektor manufaktur Indonesia pada April 2026. Berdasarkan laporan terbaru S&P Global, indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional merosot ke angka 49,1, turun dari level 50,1 pada Maret. 

Angka ini bukan sekadar penurunan, melainkan sinyal bahaya karena manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi (di bawah 50) setelah berhasil bertahan selama sembilan bulan terakhir. Ini adalah performa terlemah yang tercatat sejak Juni 2025.

Lesunya aktivitas pabrik ini berdampak langsung pada dapur pacu industri, terutama terkait lapangan kerja. Penyerapan tenaga kerja mengalami penurunan dengan laju tercepat dalam sepuluh bulan terakhir.  


Fenomena ini diperparah dengan terus menyusutnya tumpukan pekerjaan (backlog), yang menjadi indikator kuat bahwa permintaan pasar memang sedang lesu dan belum menunjukkan tanda-tanda pulih sepenuhnya.

Kondisi pasar yang dingin memaksa para pelaku industri untuk mengerem belanja bahan baku. Pembelian input kini dilakukan dengan sangat hati-hati, menyesuaikan kebutuhan produksi yang kian menyusut. 

Di tengah situasi sulit ini, produsen juga masih harus bergelut dengan gangguan rantai pasok dan keterlambatan pengiriman yang belum kunjung usai. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa "memakan" persediaan stok lama agar roda produksi tidak berhenti total.

Menariknya, meskipun permintaan baru terlihat naik tipis, kenaikan ini tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan organik. 

Peningkatan tersebut lebih dipicu oleh aksi belanja lebih awal (front-loading) dari para pelanggan. Mereka cenderung menimbun barang saat ini demi menghindari risiko kenaikan harga yang lebih tinggi dan potensi kemacetan pasokan di masa mendatang.

Kekhawatiran pelanggan tersebut bukannya tanpa alasan. Saat ini, tekanan inflasi sedang mencekik sektor industri dengan biaya input yang melonjak ke titik tertinggi dalam empat tahun terakhir. Untuk menyelamatkan margin keuntungan agar tidak habis tergerus, perusahaan-perusahaan terpaksa mengerek harga jual mereka. Laju kenaikan harga jual ini tercatat sebagai yang tercepat sejak Oktober 2013.

Segala tekanan ini akhirnya meruntuhkan rasa percaya diri para pelaku usaha. Sentimen bisnis jatuh ke level terendah dalam lima bulan terakhir. 

Para pengusaha kini semakin cemas menghadapi ketidakpastian global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang tak kunjung reda. Ketegangan geopolitik tersebut dinilai menjadi ancaman nyata yang bisa sewaktu-waktu memutus rantai pasok dunia dan mengguncang stabilitas ekonomi nasional.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya