Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat di Hambalang, Bogor, Minggu, 3 Mei 2026 (Foto: Istimewa)

Politik

Prabowo Evaluasi Aliran Dana Pemerintah bersama PPATK di Hambalang

SENIN, 04 MEI 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 3 Mei 2026.

Menurut laporan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, rapat yang berlangsung sejak siang hingga malam itu merupakan agenda rutin bulanan Presiden dengan PPATK untuk memastikan pengawasan menyeluruh terhadap lalu lintas keuangan negara.

Teddy menjelaskan, fokus utama pembahasan adalah evaluasi transaksi keuangan sekaligus memperkuat sistem pemantauan terhadap aliran dana, baik di tingkat pusat maupun daerah.


“Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin bulanan bersama PPATK terkait evaluasi transaksi keuangan, serta pengawasan ketat terhadap aliran dana guna mendukung transparansi pemerintah,” ungkap Teddy dalam keterangan tertulis.

Selain menyoroti pengawasan, Presiden juga menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara harus berorientasi langsung pada kesejahteraan rakyat. 

Setiap anggaran yang berasal dari uang publik, menurutnya, wajib disalurkan secara tepat sasaran, dikelola penuh tanggung jawab, dan dieksekusi tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas.

“Dalam diskusi ini, ditekankan pula pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Melalui koordinasi erat dengan PPATK, pemerintahan Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sistem pengawasan keuangan yang lebih kokoh, sekaligus menutup celah penyimpangan anggaran. 

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen tegas Bapak Presiden dalam mewujudkan tata kelola negara yang bersih dan bebas dari korupsi,” pungkas Seskab.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya